Sembelih Ego dan Perkuat Ukhuwah

Sebagian umat muslim saat ini sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, Mekkah

Sembelih Ego dan Perkuat Ukhuwah
UMAT Islam melaksanakan shalat Idul Adha 1439 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (22/8). 

* Pesan Khatib Idul Adha di Masjid Raya

BANDA ACEH - Sebagian umat muslim saat ini sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, Mekkah. Bagi umat muslim lain yang belum mendapat kesempatan berangkat untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut juga diberi kesempatan untuk menyembelih hewan kurban seusai pelaksanaan shalat Idul Adha Adha 1439 hijriah, Rabu (22/8).

Jika pun Allah Swt belum memberikan kesempatan bagi kita untuk menyembelih hewan kurban, maka Idul Adha ini seyogianya dimaknai sebagai momen menyembelih egoisme masing-masing. Melalui Idul Adha ini juga umat muslim di seluruh dunia, khususnya di Aceh, harus memperkuat kembali ukhuwah yang akhir-akhir ini dinilai lemah dan mencerai berai sebagian umat muslim.

Demikian antara lain pesan yang disampaikan Dosen Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Dr Tgk H Ajidar Lc MA saat menjadi khatib shalat Idul Adha di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Rabu (22/8) pagi. Selain menyampaikan urgensi ukhuwah kepada jamaah, dalam khutbahnya khatib juga meyebutkan beberapa hal penting yang harus dilakukan umat muslim untuk menjaga dan memperkuat ukhuwah antarsesama.

“Dalam hubungannya dengan ukhuwah, tentu kita semua membutuhkan orang lain, kita perlu merajut hubungan baik dengan semua manusia terlebih dengan saudara seiman. Oleh sebab itu, Idul Adha ini adalah momentum untuk memperkuat ukhuwah kita sesama,” katanya.

Ajidar mengungkapkan, selama ini tak sedikit orang yang dipenuhi sifat egoisme sehingga memicu retaknya ukhuwah di masyarakat. “Jika kita belum mampu menyembelih kurban, mari kita sembelih egoisme kita masing-masing. Menyembelih egoisme kita yang selalu merasa benar, selalu merasa pandai, dan selalu merasa alim. Sifat-sifat itu semua merusak hubungan kita dengan Allah dan juga merusak ukhuwah sesama kita,” jelasnya.

Disampaikan, Islam pada hakikatnya mengajak umatnya untuk menghidupkan kembali tali ukhuwah yang akhir-akhir ini makin melemah di tengah-tengah masyarakat. Menurut dia, Islam mengingatkan kembali pentingnya membangun kesadaran umat bahwa ukhuwah sama pentingnya seperti keimanan sesorang.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan umat Islam untuk menjaga ukhuwah sesama. Pertama, silaturahmi, karena dengan silaturahmi menurut Ajidar dapat meruntuhkan sifat egoisme seseorang. “Sebaliknya, dengan menyembelih sifat egoisme dalam diri kita, mampu memperkuat silaturahmi,” katanya.

Kedua, tidak buru-buru memuji atau mencaci saudara kita, apalagi dengan cara berlebihan. Sifat cepat memuji dan terburu-buru mencaci orang lain merupakan bagian dari egoisme. “Ibnu Mas’ud mengatakan, janganlah kamu terburu-buru memuji orang lain dan mencelanya, kadang-kadang apa yang membuatmu senang dengan mereka hari ini akan menimpamu esok hari,” kata Dr Ajidar yang juga pimpinan salah satu pesantren di Aceh Utara.

Ketiga, saling memafkan. Menurut Ajidar, sikap maaf memaafkan sangat sulit diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. “Jika dalam diri seseorang masih ada sifat egoisme, sangat sulit sikap ini diwujudkan. Maka dengan momentum Idul Adha, mari kita sembelih egoisme dan mari saling memaafkan demi merawat ukhuwah kita sampai ke akhirat,” ulangnya.

Terakhir, hal yang harus dilakukan untuk merawat ukhuwah adalah segera menyelesaikan masalah. Menyegerakan penyelesaian konflik di antara sesama muslim penting untuk dilakukan, karena selama ini konflik sesama muslim sering terjadi akibat egoisme yang ada pada diri masing-masing. “Begitu pula jika konflik sudah sangat sulit didamaikan akibat egoisme para pihak, maka dengan Idul Adha ini mari kita sembelih egoisme kita dan selesaikan berbagai persoalan atau konflik di tengah-tengah kita,” pungkas Dr Ajidar Matsyah Lc MA.

Shalat Idul Adha di Masjid Raya Baiturrahman dua hari lalu diimami oleh H Munawir Darwis. Selain ribuan jamaah, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama istri juga ikut dalam shalat tersebut. Seusai shalat, Nova Iriansyah menyaksikan penyembelihan hewan kurban miliknya di halaman Masjid Raya. Untuk tahun ini, masjid kebanggan masyarakat Aceh tersebut menerima hewan kurban 12 ekor sapi dan satu ekor kambing.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved