Amerika Serikat Potong Bantuan untuk Palestina Senilai Rp2,9 triliun

Palestina membalas dengan menyatakan bahwa AS sudah tidak lagi memiliki peran dalam proses mediasi, dan menangguhkan kontak dengan mereka.

Amerika Serikat Potong Bantuan untuk Palestina Senilai Rp2,9 triliun
ANADOLU AGENCY/MOSTAFA ALKHAROUF
Warga Palestina memprotes campur tangan pasukan Israel yang memasuki Kompleks Masjid Al-Aqsa dan mulai menyerang jamaah Muslim pada tanggal 27 Juli 2018 di Yerusalem. Puluhan warga Palestina dilaporkan terluka. 

SERAMBINEWS.COM - Amerika Serikat (AS) dilaporkan memotong bantuan yang diperuntukkan ke Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Dilaporkan USA Today Jumat (24/8/2018), nominal sebesar 200 juta dolar AS, sekitar Rp2,9 triliun, bakal dialihkan ke proyek yang menguntungkan.

Langkah pemotongan itu diambil setelah Kementerian Luar Negeri meninjau apakah bantuan tersebut sesuai dengan kebijakan AS dan keinginan para pembayar pajaknya.

Dalam keterangan resminya, Kemenlu AS menyatakan tantangan yang dihadapi oleh dunia internasional adalah berkuasanya Hamas di Gaza.

Baca: Rebel Rabbi : Komunitas Yahudi yang Membela Hak-hak Palestina dan Mengecam Israel

"Keberadaan Hamas mengancam penduduk Gaza, dan semakin menurunkan situasi ekonomi maupun kemanusiaan yang sudah mengerikan," tutur Kemenlu AS.

Langkah itu mendapat protes dari para politisi Demokrat.

Mereka berkata pemerintahan Presiden Donald Trump semakin menjauhkan AS dari usaha perdamaian Israel- Palestina.

"Selama satu tahun dan delapan bulan menjabat, Trump tak mengumumkan sebuah kebijakan jelas untuk mengatasi konflik dua negara," jelas Senator Patrick Leahy.

Baca: Hendak ke Lokasi Wisata Air Terjun Tangse, Tiga Bocah Tersesat Hingga Habis BBM Sepmor di Aceh Jaya

BBC memberitakan, hubungan antara Palestina dan Negeri "Paman Sam" memburuk sejak Trump menjabat di Januari 2017.

6 Desember 2017, Trump membuat pernyatan mengejutkan dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke sana.

Palestina membalas dengan menyatakan bahwa AS sudah tidak lagi memiliki peran dalam proses mediasi, dan menangguhkan kontak dengan mereka.

Setelah itu, AS membuat kebijakan dengan menghentikan bantuan kepada Palestina melalui Undang-undang Taylor Force Juni lalu.

Baca: 400 Peserta Ikuti Camping Se Nusantara di Danau Lut Tawar

Undang-undang itu bertujuan mendesak Otoritas Palestina (PA) menangguhkan pembayaran bagi keluarga atau individu yang dituduh melakukan aksi teror ke Israel. (Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini tayang pada Intisari Online dengan judul : Dianggap 'Tak Menguntungkan', AS Potong Bantuan untuk Palestina Rp2,9 triliun

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help