Citizen Reporter

Indahnya Central Park New York

MESKI masih summer (musim panas), suhu di Kota New York pada Minggu siang kemarin tidaklah terlalu menyengat

Indahnya Central Park New York
Mahasiswa Master of Science pada Instructional Technology, Lehigh University. Coordinator Volunteer NGO Forum Bangun Aceh, dan anggota FAMe Banda Aceh, melaporkan dari New York, AS

AULA ANDIKA FIKRULLAH, Mahasiswa Master of Science pada Instructional Technology, Lehigh University. Coordinator Volunteer NGO Forum Bangun Aceh, dan anggota FAMe Banda Aceh, melaporkan dari New York, AS

MESKI masih summer (musim panas), suhu di Kota New York pada Minggu siang kemarin tidaklah terlalu menyengat. Aplikasi weather yang saya gunakan menunjukkan suhu di kota metropolitan Amerika Serikat (AS) ini berkisar di angka 93 derajat Fahrenheit. Jika dikonversi ke Celsius maka berada di angka 33,3 derajat. Ya, tidak begitu panas untuk saya yang berasal dari Aceh. Di mana, biasanya suhu di Aceh lebih di atas 33 derajat. Tapi tidak bagi Pak Nanang, Bu Lenny, dan Mbak Irena, warga AS asal Indonesia yang sudah menetap di AS puluhan tahun. Bagi mereka suhu ini tidaklah normal. Oleh karenanya, air conditioner (AC) mobil diturunkan sejak mobil kami memasuki Kota New York.

New York merupakan pusat ekonomi dan bisnis AS. Pada tahun 1785 hingga 1790 New York sejatinya berperan sebagai ibu kota AS, namun berdasarkan rekomendasi Kongres AS dan setelah mendapatkan izin dari Konstitusi AS pada tahun 1970 maka sejak itu pula New York menjadi kota ekonomi dan bisnis. Adapun ibu kota AS berpindah ke bagian negara yang baru, yakni Washington DC. (finance.detik.com)

Oleh karenanya, sangat mudah mendapatkan sejumlah kantor perusahaan besar di sini, seperti 21st Century Fox, Avon Producst, CA Technologies, dan lain-lain. Sejumlah perusahaan ini terletak di avenues Times Square.

Selain Times Square yang menjadi salah satu ikon Kota New York, ada beberapa tempat lainnya yang tak kalah menarik untuk dikunjungi, yakni Central Park. Central Park merupakan sebuah taman  yang terletak di tengah Kota New York, tepatnya di kawasan Manhattan, New York City. Taman yang terbentang luas hingga 315 hektare ini didirikan tahun 1857.

Central Park selalu menyedot perhatian pengunjung tertinggi. Saya rasa wajar jika Central Park menjadi kawasan favorit di New York, selain taman ini sering masuk dalam latar film-film box offices, juga menawarkan kenyamanan dan kesejukan alami di antara gedung-gedung pencakar langit di sekelilingnya. 

Sebagaimana yang saya rasakan pada Sabtu siang lalu, taman seluas itu ditata dengan sangat rapi dan indah. Tidak ada tumpukan sampah, parkir yang semrawut, penjual makanan yang sembarangan buka lapak. Semuanya tertata sangat rapi. Pengunjung pun membawa sampahnya masing-masing jika mereka belum menemukan tong sampah. Sepertinya semua sadar bahwa sampah dan membersihkan tempatnya adalah tanggung jawab semua orang. Meskipun saat itu saya lihat ada satu orang yang menurut prediksi saya dia adalah petugas kebersihan. Tapi, keberadaan petugas kebersihan tidak menjadikan pengunjung malas dan membuang sampah sembarangan di taman ini. 

Namun, hal ini berbanding terbalik dengan masyarakat kita, di Aceh khususnya. Membuang sampah sembarangan terutama di arena publik masing menjadi kebiasaan sehari-hari. Sebut saja, saat perhelatan akbar Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII. Berdasarkan keluhan teman-teman saya di beberapa grup WhatsApp, postingan Facebook, Instagram, dan Twitter, sampah merupakan pemandangan yang mudah ditemui di arena PKA. Padahal, jika kita melihat kembali ajaran Islam, maka kebersihan sangat dijunjung tinggi.

Selain sampah, saya juga tak melihat kendaraan yang parkir sembarangan. Semua mobil pengunjung terparkir rapi di bahu jalan. Tidak ada tukang parkir berompi parking service, apalagi suara peluit di sini. Pengemudi cukup memarkir mobilnya di samping jalan dan memencet mesin parkir sambil memasukkan beberapa koin dan jumlah jam yang diinginkan untuk memarkir mobilnya. 

Begitu juga dengan penjual makanan, sejauh mata memandang penjual makanan di Central Park juga disediakan tempat khusus. Mereka berada di hampir semua sudut taman. Jadi, tak perlu khawatir akan lapar setelah berkeliling. Kerapian vendor-vendor portable yang menjual makanan ini membuat Central Park makin rapi dan indah.. 

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved