KPA Lhok Tapaktuan Segel Kantor DPW-PA Aceh Selatan

Puluhan anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Lhok Tapaktuan menyegel Kantor Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW-PA)

KPA Lhok Tapaktuan Segel  Kantor DPW-PA Aceh Selatan
KOLASE SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Aksi penyegelan kantor DPW PA Aceh Selatan oleh kader KPA Lhok Tapaktuan, Jumat (24/8/2018). Foto kanan Wakil Ketua KPA Lhok Tapaktuan, Arman Iswar (Tgk Laot). 

* Tolak Penunjukan Nek Rayek Sebagai Ketua

TAPAKTUAN - Puluhan anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Lhok Tapaktuan menyegel Kantor Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW-PA) Aceh Selatan di Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Jumat (24/8) sekira pukul 11.30 WIB. Aksi itu disebut-sebut buntut dari penunjukan Mukhlis alias Neuk Rayek sebagai Ketua KPA Lhok Tapaktuan oleh Ketua KPA Pusat menggantikan Irhafa Manaf.

Sumber-sumber Serambi menyebutkan, keputusan Pimpinan KPA Pusat itu tidak mengedepankan asas berdemokrasi karena tidak melalui musyawarah dan mufakat dengan anggota KPA Wilayah Lhok Tapaktuan, sehingga mereka dengan tegas menolak hasil keputusan tersebut.

“Kami menolak surat lumboi: 07/KPA/VIII/2018 tertanggal 06 Agustus 2018 yang ditandatangani Ketua KPA Pusat, H Muzakir Manaf yang telah mengangkat Mukhlis alias Nek Rayek sebagai Ketua KPA Wilayah Lhok Tapaktuan,” kata seorang anggota KPA Wilayah Lhok Tapaktuan, Tgk Kamil Mega saat berlangsungnya aksi tersebut.

Tgk Kamil Mega yang ditunjuk oleh rekan-rekannya untuk menyampaikan tuntutan melalui Harian Serambi Indonesia menjelaskan, penolakan pengangkatan Nek Rayek sebagai Ketua KPA Wilayah Lhok Tapaktuan ini dikarenakan penunjukan Nek Rayek sebagai Ketua KPA Wilayah tersebut tanpa melalui musyawarah dan mufakat dengan anggota KPA Wilayah Lhok Tapaktuan.

“Padahal sebelumnya kami sudah mengusulkan nama lain untuk diangkat sebagai Ketua KPA Lhok Tapaktuan sementara menggantikan Irhafa Manaf. Karenanya, kami dengan tegas menolak surat angkee Limboi: 07/KPQ/VIII/2018 yang ditandatangani Mualem tersebut,” timpal Tgk Adi Krueng Batu.

Kepada Serambi, para mantan kombatan GAM ini juga menyampaikan beberapa tuntutannya kepada Ketua KPA Pusat, Muzakir Manaf, di antaranya, menolak pengangkatan Nek Rayek sebagai Ketua KPA Wilayah Lhok Tapaktuan, kemudian seluruh Sagoe KPA dalam wilayah Lhok Tapaktuan meminta kepada Pimpinan Komando Pusat, H Muzakir Manaf untuk turun ke Tapaktuan dalam rangka melakukan musyawarah akbar penentuan Ketua KPA Wilayah Lhok Tapaktuan.

“Sebelum hal ini ditanggapi dan diselesaikan oleh Pimpinan Komando KPA Pusat, kami KPA tidak mengikuti kegiatan apapun yang dilakukan oleh pimpiman yang ditunjuk oleh Komando Pusat. Kami berharap tuntutan kami ini segera ditindaklanjuti oleh Komando Pusat, sebab jika persoalan ini belum selesai maka Kantor DPW PA Aceh Selatan belum bisa dibuka,” tandas pernyataan itu.

Pantauan Serambi, akibat dari kekesalan dan kekecewaan itu, selain melakukan penyegelan Kantor DPW PA Aceh Selatan, anggota KPA Wilayah Lhok Tapaktuan yang sudah tersulut emosi juga merusak perabotan kantor seperti kursi, meja, dan peralatan lain. Usai melakukan aksi penyegelan, mereka membubarkan diri.(tz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved