Masyarakat Diminta Selektif Melihat Bacaleg

Masyarakat Aceh diminta selektif melihat dan menilai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang akan maju pada Pemilu

Masyarakat Diminta Selektif Melihat Bacaleg
Tribunnews.com
Ilustrasi 

BANDA ACEH - Masyarakat Aceh diminta selektif melihat dan menilai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang akan maju pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. Masyarakat diminta tak terpengaruh dengan popularitas melalui spanduk dan baliho yang dipasang dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah.

Hal itu disampaikan pengamat politik dan pemerintahan di Aceh, Dr Taufiq A Rahim, kepada Serambi, kemarin. Dia mengatakan, momentum hari-hari besar Islam seperi Idul Adha kerap dimanfaatkan oleh para bacaleg untuk berkampanye melalui spanduk, baliho, dan media lainnya. Padahal, jika mengacu pada jadwal, belum saatnya para bacaleg berkampanye.

“Momen hari besar seperti hari raya, seringkali dimanfaatkan oleh banyak politisi partai politik menyampaikan ucapan selamat dengan memanfaatkan berbagai media, baik itu spanduk, baliho, billboard. Tujuannya agar dikenal, populer serta diketahui masyarakat, meskipun Pileg sekitar delapan bulan lagisetelah adanya ketetapan calon,” kata Taufiq.

Oleh sebab itu, popularitas sesaat yang dijual oleh para bacaleg melalui spanduk dan baliho diharapkan tidak mempengaruhi masyarakat. Masyarakat diharapkan jeli dan benar-benar mempertimbangkan para bacaleg melalui berbagai aspek, seperti kapabilitas, loyalitas, dan juga kualitas.

“Jangan terpengaruh dengan popularitas sesaat, tapi harus jeli dan selektif melihat para bacaleg. Karena yang dikhawatirkan, dalam kompetisi dan kontestasi politik Pemilu 2019 yang akan datang, dapat atau bisa saja rakyat memilih secara instan menentukan pilihannya,” kata Taufiq A Rahim.

Sementara itu, Ketua Panwaslih Aceh, Faizah yang dikonfirmasi Serambi kemarin, kembali mengimbau kepada semua para bacaleg agar tidak mencuri start kampanye dengan memanfaatkan berbagai media, seperti spanduk, baliho dalam momentum hari-hari besar Islam sepeti Idul Adha.

“Kita tetap mengimbau kepada bacaleg, ini kan masa kampanyenya belum, jadi kita minta jangan sampai curi start. Baru boleh kampanye setelah penetapan daftar caleg tetap (DCT) nanti. Kita juga terus berkoordinasi dengan kabupaten/kota secara persuasif untuk menurunkan spanduk-spanduk atau baliho yang berbau kampanye,” pungkas Faizah.(dan)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved