Warga Aceh Tewas Ditembak di Medan

Tiga orang tewas dalam penyergapan jaringan narkoba internasional yang dilakukan Polda Sumut di Aceh Tamiang dan Langkat

Warga Aceh Tewas Ditembak di Medan
KAPOLDA Sumut, Brigjen Agus Andrianto

* Penyergapan Jaringan Narkotika Internasional oleh Polda Sumut

MEDAN – Tiga orang tewas dalam penyergapan jaringan narkoba internasional yang dilakukan Polda Sumut di Aceh Tamiang dan Langkat. Polisi memastikan seorang di antara yang tewas adalah warga Aceh asal Aceh Tamiang.

Kapolda Sumut, Brigjen Agus Andrianto menyebut pelaku yang diamankan enam orang. Empat di antaranya warga Aceh Tamiang, yaitu MAA (47), MRl (32), MAR (32), dan Z (43). MAA tewas ditembak polisi bersama dua tersangka lainnya, yaitu MZ (40) warga negara Malaysia dan S (41) penduduk Simalungun, Sumut.

Agus menjelaskan keenam tersangka mencoba kabur ketika dibawa polisi ke Medan dengan cara melompat dari mobil yang sedang melaju di jalan tol Medan–Binjai, Senin (20/8). Sebagai upaya pencegahan, polisi langsung mengarahkan tembakan ke arah tersangka, setelah tembakan peringatan tidak digubris.

“Tiga tersangka belakangan meninggal setelah terkena tembakan anggota
kita, sedangkan tiga lagi berhasil diamankan karena tembakan mengenai
kaki,” kata Agus, Jumat (24/8).

Dijelaskannya, operasi penangkapan ini berlangsung empat hari, 19
hingga 22 Agustus 2018. Di hari pertama polisi menangkap MAA di Simpang Opak, Aceh Tamiang. MAA merupakan DPO Polda Sumut karena terlibat penyelundupan sabu-sabu 39 kilogram ke Medan, beberapa waktu lalu.
Dari pemeriksaan diketahui dalam jaringan ini MAA berperan penting
karena mengatur segala proses penyelundupan narkoba dari Malaysia ke
Aceh.

Tak lama kemudian polisi menangkap dua anak buah MAA, yaitu MZ dan S di Pasar Buah, Aceh Tamiang. Keduanya merupakan kurir yang membawa sabu-sabu dari Penang, Malaysia ke Aceh. “Ternyata ketika kami tangkap, keduanya baru saja menyerahkan sabu-sabu kepada tersangka lainnya,” lanjut Agus.

Pengejaran pun langsung dilakukan hingga polisi berhasil menangkap
tiga tersangka lainnya, MRI, MAR, dan Z di SPBU, Kecamatan Besitang,
Langkat, Sumut. Dari ketiganya disita sabu-sabu sembilan kilogram.
Ditambahkan Agus, ketiga tersangka hidup ini mengaku diupah Rp 10 juta
setiap kali sukses melancarkan aksinya. Namun polisi belum mengungkap
sudah berapa kali ketiganya terlibat penyelundupan narkoba. Dalam pengungkapan ini, polisi turut menyita mobil double cabin BK 8397 CF dan sepeda motor BL 3060 WBR.

Sebelumnya polisi menangkap warga Langsa, Firdaus bin Sulaiman (44)
yang merupakan kaki tangan Ibrahim Hongkong. Sejauh ini polisi belum
menemukan keterkaitan dua kelompok jaringan penyelundup narkoba
internasional ini. Meski begitu, kedua kelompok ini memiliki
kemiripan, yakni menyelundupkan sabu-sabu dari Penang melalui laut
dengan menyamar sebagai nelayan. (mad)

kronologi tewasnya
warga Aceh di Medan

* Operasi penangkapan berlangsung pada 19 hingga 22 Agustus 2018
* Pada hari pertama polisi menangkap MAA di Simpang Opak, Aceh Tamiang. MAA merupakan DPO Polda Sumut karena terlibat penyelundupan sabu-sabu 39 kilogram ke Medan, beberapa waktu lalu
* Dari pemeriksaan terungkap MAA berperan penting karena mengatur segala proses penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Aceh
* Selanjutnya polisi menangkap dua anak buah MAA, yaitu MZ dan S di Pasar Buah, Aceh Tamiang. Keduanya merupakan kurir yang membawa sabu-sabu dari Penang, Malaysia ke Aceh
* Pengejaran berlanjut hingga polisi berhasil menangkap tiga tersangka lainnya, MRI, MAR, dan Z di SPBU, Kecamatan Besitang, Langkat, Sumut
* Dari ketiganya disita sabu-sabu sembilan kilogram.
* Keenam tersangka mencoba kabur ketika dibawa polisi ke Medan dengan cara melompat dari mobil yang sedang melaju di jalan tol Medan–Binjai, Senin (20/8). Polisi langsung mengarahkan tembakan ke arah tersangka, setelah tembakan peringatan tidak digubris. Tiga tersangka, seorang di antaranya warga Aceh meninggal.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved