Aceh Krisis Elpiji 3 Kg

Gas elpiji 3 kg dilaporkan krisis di sejumlah wilayah Aceh, kalau pun ada namun harga jual sudah melampaui HET

Aceh Krisis Elpiji 3 Kg
SERAMBI/M ANSHAR
Warga antre untuk membeli elpiji 3 Kilogram di Gampong Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. SERAMBI/M ANSHAR 

Lain lagi pengakuan Sumiati, warga Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Menurut Sumiati, pada Sabtu kemarin dia sudah berkeliling mencari gas elpiji 3 kg di Kecamatan Muara Dua, tapi tidak menemukannya. “Satu tabung pun tak ditemukan padahal suami saya sudah mencari hingga ke Kota Lhokseumawe,” ujar Sumiati.

Masuk langsung habis
Di Meulaboh, Aceh Barat keluhan tentang kelangkaan gas elpiji masih berlanjut. Gas melon itu hanya tersedia ketika dipasok oleh agen ke pangkalan-pangkalan, selanjutnya langsung habis.

Amatan Serambi, Sabtu (25/8), elpiji 3 kg kosong di semua pangkalan karena habis dibeli oleh masyarakat yang sudah antre. Gas bersubsidi itu juga kosong di tingkat pedagang pengecer.

Untuk harga elpiji 3 kg di pangkalan dijual sesuai HET yaitu Rp 18.000/tabung sedangkan harga di tingkat pengecer Rp 25.000/tabung.

Beberapa pekerja di pangkalan elpiji mengaku elpiji dipasok sesuai jadwal. Namun ketika elpiji sampai ke pangkalan langsung habis dibeli masyarakat. Sedangkan untuk elpiji 12 kg (nonsubsidi) stok normal dengan harga Rp 165.000/tabung.

Semakin sulit
Konsumen gas elpiji 3 kg di Kabupaten Pidie hingga Sabtu kemarin masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas melon tersebut. “Kelangkaan gas elpiji sudah dirasakan sejak hari meugang pertama, Senin (20/8) hingga hari keempat Idul Adha, Sabtu (25/8),” kata seorang warga Kecamatan Kota Sigli, Aprianiya. “Harga di tingkat pengecer berkisar Rp 25.000 hingga Rp 30.000/tabung,” lanjut Aprianiya.

Laporan lain menyebutkan, akibat semakin sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg di Pidie, masyarakat terkesan tak lagi mempersoalkan meski harga tebus sudah melampaui HET. “Ya, kami tidak ada pilihan, kalau tak mau membeli dengan harga yang jauh di atas HET, ya tak akan mendapatkan barang,” ujar seorang warga Sigli menggambarkan kondisi yang dilematis itu.(c40/jaf/riz/c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved