DPRK akan Panggil PT Mifa

DPRK Aceh Barat melayangkan surat panggilan kepada PT Mifa Bersaudara dan PT Agro Sinergi Nusantara

DPRK akan Panggil PT Mifa
SERAMBI/RIZWAN
Tongkang bermuatan batubara milik PT Mifa Bersaudara tenggelam menyebabkan batubara berserakan di pantai sekitar pelabuhan PLTU tersebut di Suak Puntong, Nagan Raya.SERAMBI/RIZWAN 

* Terkait belum Melunasi Pajak

MEULABOH - DPRK Aceh Barat melayangkan surat panggilan kepada PT Mifa Bersaudara dan PT Agro Sinergi Nusantara (ASN). Pemanggilan kedua perusahaan itu terkait dengan pajak atau kontribusi perusahaan dengan jumlahnya mencapai miliaran rupiah yang belum dibayar ke Pemkab setempat.

Pertemuan dengan PT Mifa dijadwalkan Senin (27/8) dan PT ASN pada Selasa (28/8) dengan menghadirkan pihak Pemkab. “Dengan pemanggilan ini diharapkan kedua perusahaan segera menyelesaikan yang menjadi kewajiban mereka kepada daerah ini,” kata Ramli SE, ketua DPRK Aceh Barat kepada wartawan kemarin.

Dikatakannya, dana kontribusi yang belum dibayar oleh PT Mifa sudah menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh tahun 2018. Dana yang belum disetor merupakan sisa dana kontribusi tahun 2015 dan 2016 yang diperkirakan Rp 1,9 miliar.

Sedangkan dari PT ASN yang belum dibayarkan ke Pemkab adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp 7,2 miliar.(

Sementara itu Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syah Putra menyatakan apresiasi. Langkah DPRK itu dinilai tepat sehingga apa yang menjadi kewajiban perusahaan kepada daerah tidak diabaikan. Apalagi dana yang menunggak atau tidak dibayar sangat besar dan bisa menjadi potensi kerugian daerah.

“Harapan kita kedua perusahaan itu segera menyelesaikan,” katanya. Edy menyatakan pihak GeRAK masih terus memantau kasus ini.

“Bayangkan dengan nilai uang cukup besar tidak disetor yang seharusnya menjadi PAD (pendapatan asli daerah) di Aceh Barat untuk pembangunan tetapi tidak disetor oleh perusahaan dan Pemkab juga tidak boleh lalai,” tegasnya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved