Pertamina Tambah 12 Ribu Tabung/Hari

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I Branch Aceh sejak 20 Agustus 2018 menambah elpiji 3 kg

Pertamina Tambah 12 Ribu Tabung/Hari
Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono ST didampingi Wakapolres Aceh Selatan, Kompol Iskandar SE.Ak dan Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan, Iptu Muhammad Isral S.IK memperlihatkan barang bukti Gas Elpiji 3 Kg yang dijual diatas HET, Kamis (1/3). SERAMBI/TAUFIK ZASS 

BANDA ACEH - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I Branch Aceh sejak 20 Agustus 2018 menambah elpiji 3 kg sebanyak 12.000 tabung/hari dari alokasi harian normal di Aceh 91.000 tabung/hari. Dengan penambahan sebesar 10-14 persen tersebut, jumlah elpiji 3 kg yang didistribusikan ke Aceh saat ini sebanyak 103.000 tabung/hari.

Hal itu disampaikan Sales Executive LPG Pertamina Aceh, Yogi Indra, menjawab Serambi terkait kelangkaan elpiji 3 kg yang terjadi di beberapa wilayah di Aceh, Sabtu (25/8). Menurut Yogi, hasil pengecekan pihaknya di beberapa lokasi tidak terdapat kendala dalam penyaluran gas subsidi tersebut.

“Bila masyarakat mempunyai keluhan terhadap penyaluran elpiji dapat disampaikan ke contact center Pertamina di nomor 1500000. Kami sampaikan juga bahwa elpiji 3 kg hanya diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Bagi yang tidak berhak menerima elpiji 3 kg, lanjut Yogi, dapat menggunakan elpiji nonsubsidi seperti elpiji 12 kg biru, bright gas 12 kg, dan bright gas 5,5 kg.

Soal harga elpiji 3 kg, sebutnya, harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku umum di Aceh Rp 18.000/tabung. Sedangkan untuk beberapa wilayah yang secara geografis sangat jauh, sambung Yogi, berlaku HET yang ditentukan berdasarkan kabupaten masing-masing. “Sebagai contoh untuk Abdya Rp 22.000/tabung dan Gayo Lues Rp 22.000 sampai Rp 25.000/tabung yang pembagiannya berdasarkan kecamatan masing-masing,” rincinya.

Untuk memantau stok di tingkat pangkalan, tambah Yogi Indra, setiap hari pukul 16.00 WIB semua agen melaporkan stok di masing-masing pangkalannya. “Stok itu kita rekap dan kita jadikan bahan evaluasi terkait kondisi di lapangan. Sehingga kita harapkan kondisi di lapangan selalu kondusif. Hal ini dilakukan ketika ada momen-momen khusus seperti bulan suci Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dan perayaan Maulid,” demikian Yogi Indra.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help