Tafakur

Fitnah Demi Jabatan

Jabatan telah dituhankan di masa sekarang. Demi jabatan, tak sedikit orang yang tega melakukan segalanya

Fitnah Demi Jabatan

Oleh: Jarjani Usman

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang orang fasik kepadamu membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” (QS. Al Hujurat: 6).

Jabatan telah dituhankan di masa sekarang. Demi jabatan, tak sedikit orang yang tega melakukan segalanya dan bahkan menghalalkan cara-cara haram. Termasuk di antaranya dengan cara menfitnah orang lain.

Fitnah sangat luas maknanya, mulai dari ujian, cobaan, hingga menyebarkan berita bohong. Misalnya, demi merebut suatu jabatan, seseorang bisa difitnah macam-macam agar tidak mendapatkannya dan beralih kepadanya. Hal itu tetap dilakukan, walaupun terhadap orang-orang yang lebih berhak karena memiliki keahlian lebih hebat, pengalaman lebih relevan, jaringan lebih luas, dan komitmen untuk kemajuan lebih tinggi.

Padahal cara demikian jelas sangat mengingkari pesan-pesan Allah dan Rasulullah SAW. Dalam suatu hadits diingatkan agar kita menyerahkan sesuatu urusan pada ahlinya. Kalau tidak, maka kehancuran akan terjadi. Dengan kata lain, mengabaikan orang yang lebih berhak dalam suatu urusan termasuk suatu pengkhianatan, terhadap Allah, Rasulullah, dan umat.

Karena itu, fitnah yang disebarkan, apalagi oleh orang-orang yang suka mendengki, harus diteliti sebaik mungkin. Orang mukmin perlu tabayyun.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help