Tinjau Ulang IPK Patok 39

Masyarakat di Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara meminta Pemerintah Aceh untuk meninjau kembali izin

Tinjau Ulang IPK Patok 39
Muhammad Thaib

* Permintaan Warga Nisam Antara

LHOKSUKON – Masyarakat di Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara meminta Pemerintah Aceh untuk meninjau kembali izin penebangan kayu (IPK) untuk pembukaan lahan penanaman pohon akasia seluas 10.000 hektare di Patok 39 yang masuk kawasan tersebut. Warga khawatir penebangan itu akan mempengaruhi debit air karena wilayah tersebut termasuk kawasan hulu Krueng Pase.

Informasi yang diperoleh Serambi, Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib bersama Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, dan Dandim Aceh Utara, Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto, turun ke Nisam Antara untuk melihat pembibitan pohon akasia yang akan dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas. Selain itu, rombongan Muspida ini juga meninjau lokasi penebangan kayu untuk pembukaan lahan penanaman pohon akasia tersebut.

“Informasi yang kami terima, di kawasan itu sedang dilakukan penebangan kayu oleh sebuah perusahaan, yang katanya untuk pembukaan lahan baru guna ditanami pohon akasia untuk bahan baku kertas. Luas arealnya mencapai 10.000 ribu hektare,” ujar Bakhtiar, warga Nisam Antara kepada Serambi, kemarin.

Diungkapkan dia, aktivitas penebangan kayu itu membuat warga di kawasan tersebut khawatir. Sebab, wilayah itu selama ini menjadi daerah serapan air, sehingga pembukaan lahan untuk penanaman pohon akasia ini ditakutkan akan mempengaruhi debit air Krueng Pase.

“Karena hulu Krueng Pase berada di kawasan itu. Sedangkan air Krueng Pase sekarang ini menjadi sumber utama irigasi untuk sebagian besar masyarakat Aceh Utara di bagian tengah. Karena itu, kita minta supaya pemerintah meninjau kembali izin penebangan kayu tersebut,” pintanya.

Bakhtiar memaparkan, hutan di kawasan tersebut masih sangat alami dan menjadi sumber air untuk Krueng Pase. “Kita khawatirkan bila program penanaman gagal, sedangkan kayu di kawasan itu sudah ditebang, maka dampaknya masyarakat yang akan merasakan langsung seperti banjir bila musim hujan dan debit air Krueng Pase mengecil pada musim kemarau,” ulasnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib kepada Serambi, kemarin, membenarkan, dirinya sudah turun ke lokasi bersama Dandim Aceh Utara dan Kapolres Lhokseumawe untuk meninjau lokasi pembibitan pohon akasia. “Kemarin hanya tinjauan untuk melihat proses pembibitan. Kami akan musyawarah dulu soal penebangan pohon di kawasan itu,” katanya.

Hal senada diucapkan Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan. “Ia, kemarin tinjauan saja. Nanti akan kita pelajari dokumen dari perusahaan, bagaimana prosedur mereka terhadap pembukaan lahan baru tersebut, juga terkait izin dan kelengkapan dokumen lainnya,” ujar Kapolres Lhokseumawe kepada Serambi, kemarin.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved