Satu Lagi Terduga Pelaku Kasus Penusukan Polisi Meninggal, Keluarga Jemput Jenazah ke Aceh Utara

Satu lagi pelaku yang diduga terlibat kasus penusukan personel Reskrim Polres Aceh Utara, meninggal dunia Selasa

Satu Lagi Terduga Pelaku Kasus Penusukan Polisi Meninggal, Keluarga Jemput Jenazah ke Aceh Utara
Warga ikut membantu mencari senjata jenis AK-56 yang jatuh. Senjata itu tersebut terjatuh ketika Zul bersama temannya menyeberang Kuala Jambo Aye di kawasan Teupin Kuyun Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, setelah terjadi penusukan personel polisi. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Satu lagi pelaku yang diduga terlibat kasus penusukan personel Reskrim Polres Aceh Utara, meninggal dunia Selasa (28/8/2018) sore.

Almarhum bernama Samsul (28) tercatat sebagai warga Gampong Labuhan Keude, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur.

Samsul merupakan satu dari enam terduga pelaku yang ditangkap tim gabungan Polda Aceh, Polres Aceh Utara, dan Polres Aceh Timur terkait kasus penusukan yang menewaskan Bripka Anumerta Faisal yang terjadi di kawasan Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Minggu (26/8) dini hari lalu.

Baca: AK-56 yang Dirampas Komplotan Bersenjata Setan Botak Terjatuh Saat Kabur, Ini Lokasinya

Sebelumnya dalam penangkapan enam terduga pelaku yang dipimpin Kapolres Aceh Utara, itu satu diantaranya tewas karena berupaya melawan petugas saat akan ditangkap.

Korban tewas yaitu Zulkifli bin Usman (33) warga Aceh Timur.

Anggota DPRK Aceh Timur, Irwanda yang dihubungi Serambinews.com Selasa sore mengatakan, ikut bersama keluarga menjemput jenazah Samsul ke RSUD Cut Mutia, Aceh Utara.

"Kami terima informasi almarhum meninggal pukul 15.00 WIB. Begitu menerima informasi saya bersama keluarga langsung menjemput jenazah almarhum," jawab Irwanda yang mengaku saat itu berada di daerah Geudong, Aceh Utara.

Baca: Anggota Setan Botak Dibawa ke Lokasi, Begini Proses Pencarian AK-56 di Kuala Jambo Aye, Aceh Utara

Keuchik Gampong Labuhan Keude, Said Arifin membenarkan Samsul merupakan warganya yang masih lajang berprofesi nelayan tradisional sama seperti ayahnya.

"Almarhum orangnya baik dan tidak pernah terlibat masalah. Kami sangat terkejut mendengar bahwa almarhum terlibat dalam kasus ini," jelas Arifin.

Almarhum, jelas Arifin, merupakan anak kedua dari enam bersaudara ini rencananya akan dikebumikan di TPU gampong setempat. (*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved