Kadisdik Aceh Barat belum Diperiksa

Polisi terus mengembangkan kasus dugaan pungli/fee proyek dana alokasi khusus (DAK) 2018 yang telah menyeret

Kadisdik Aceh Barat belum Diperiksa

* Kasus OTT Pungli
* Polisi Masih Fokus pada Kepala Sekolah

MEULABOH - Polisi terus mengembangkan kasus dugaan pungli/fee proyek dana alokasi khusus (DAK) 2018 yang telah menyeret seorang pejabat Disdik Aceh Barat bersama empat lainnya sebagai tersangka. Sedangkan Kadisdik Aceh Barat yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit karena keluhan darah tinggi hingga kemarin belum diperiksa karena menurut sumber-sumber kepolisian fokus pemeriksaan oleh penyidik saat ini adalah kepala sekolah.

Pada Selasa (28/8), penyidik Polres Aceh Barat kembali memeriksa seorang kepala sekolah dan bendahara dalam kasus pungutan liar (pungli)/fee proyek DAK 2018. Kepala sekolah yang diperiksa kemarin adalah Kepala SD Kajeung Eferizal dan bendaharnya, Fatimah. Pemeriksan berlangsung di ruang Tipikor Mapolres Aceh Barat.

Sedangkan sehari sebelumnya, polisi juga memeriksa dua kepala sekolah di Meulaboh, yaitu Kepala SDN 22, Nursyidah dan Kepala SDN 23, Abdul Hamid. Selain itu polisi juga telah memeriksa Kepala SMPN 2 Woyla Timur, M Sarong dan Kepala SMPN 2 Meureubo, Faisal Farya Putra.

Hari ini, Rabu (29/8), polisi menjadwalkan memeriksa 3 kepala sekolah lainnya yang juga masuk dalam kelompok 21 sekolah penerima proyek DAK 2018 senilai Rp 3,9 miliar.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu M Isral yang ditanyai Serambi, Selasa kemarin mengatakan kasus ini terus didalami penyidik dan memeriksa pihak-pihak yang terkait dengan kasus tersebut. Sedangkan jumlah tersangka sejauh ini masih lima orang.

Pemeriksaan terhadap kepala sekolah, menurut penyidik Polres Aceh Barat penting, apalagi sekolah-sekolah yang jadi fokus pemeriksaan adalah penerima proyek DAK 2018.

Mengenai Kadisdik Aceh Barat, berdasarkan penelusuran Serambi, hingga kemarin belum masuk kantor setelah sempat dirawat di rumah sakit beberapa hari lalu karena keluhan darah tinggi. Seorang sumber mengatakan Kadisdik belum masuk kantor. “Menurut yang saya tahu Pak Kadis masih di rumah karena beliau masih perlu rawat jalan,” kata seorang sumber yang minta namanya tidak dipublikasikan.

Sejauh ini pejabat Disdik Aceh Barat yang sudah diperiksa yaitu Sekretaris Dinas, Drs Sabirin dan Kabid Program, Adhari SE. Sedangkan Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdik Aceh Barat berinisial MN (47) sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama empat lainnya yaitu MB (4) honorer Disdik Aceh Barat, ZL (49) kontraktor, Kepala SD Ranto Panjang berinisial II, dan AL (38) berjabatan sebagai Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Aceh Barat.

Jabatan lowong
Dengan ditahannya MN, maka jabatan Kasi Sardas Disdik Aceh Barat lowong dan belum ada tanda-tanda akan dilantik pejabat pengganti oleh bupati. Demikian juga dua jabatan lainnya yaitu Kepala SD Ranto Panjang dan Kepala SKB juga lowong.

Hingga saat ini belum ada tanggapan apapun dari pihak Pemkab Aceh Barat terkait kasus dugaan pungli/fee proyek DAK 2018 yang melibatkan pejabat Disdik Aceh Barat dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Seperti diketahui, Polres Aceh Barat menetapkan seorang pejabat Disdik Aceh Barat bersama seorang kepala sekolah, Kepala SKB, seorang honorer di Disdik Aceh Barat, dan seorang rekanan sebagai tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dugaan pungutan liar (pungli). Kelimanya dibekuk oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Aceh Barat, Senin (20/8) sore. Tim juga menyita barang bukti uang dari tangan tersangka sebesar Rp 157,6 juta.

Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapat laporan tentang adanya praktik pungli dan tindak pidana korupsi proyek DAK 2018 yang bersumber dari Pemerintah Pusat untuk pengadaan barang-barang pada 21 sekolah di Aceh Barat. Polisi membekuk pelaku ketika sedang melakukan penyerahan uang di musalla sebuah bank di Meulaboh.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved