Salam

Senpi di Tangan Penjahat Ganggu Kenyamanan

Komplotan tersangka pelaku pembunuh Brigadir Faisal, anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara

Senpi di Tangan Penjahat Ganggu Kenyamanan

Komplotan tersangka pelaku pembunuh Brigadir Faisal, anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara, berhasil diringkus polisi dalam waktu kurang dari 18 jam setelah mereka menghabisi korbannya. Kelompok itu bukan hanya menikam korban hingga tewas, tapi juga merampas dua senjata api dinas milik anggota polisi itu, yakni pistol dan sepucuk senjata laras panjang jenis Ak-56.

Dari enam tersangka pelaku, satu di antaranya tewas ditembak karena berupaya melawan petugas saat ditangkap. Keenam pelaku kriminal bersenjata yang diringkus itu empat di antaranya warga Aceh Timur, satu warga Langsa, dan satu lagi warga Aceh Utara. Selama ini penjahat itu dikenal sebagai kelompok “Setan Botak”.

Jenazah Brigadir Faisal ditemukan di tepi Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Sedangkan para pelaku diringkus di kawasan tambak masyarakat di Kecamatan Madat, Aceh Timur. Sebelumnya, pembunuh Brigadir Faisal diduga jaringan narkoba internasional, namun setelah enam orang itu tertangkap, diketahui ternyata juga sebagai kelompok bajak laut (perompak) yang selama ini melakukan kejahatan di kawasan perairan Aceh.

Sampai pagi kemarin tim gabungan kepolisian masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Senjata AK-56 dan lainnya masih dalam pencarian. Menurut kelompok itu, AK-56 terjatuh di Kuala Jambo Aye saat mereka menyeberang dalam pelarian. Namun, satu granat jenis manggis dan pistol revolver milik almarhum Brigadir Faisal sudah berhasil diamankan kembali.

Pertama kita ingin mengucapkan duka cita kepada keluarga almarhum Brigadir Faisal. Ia gugur dalam tugasnya memberantas kejahatan. Dan kedua, kita juga mengapresiasi kecepatan polisi meringkus kelompok kriminal bersenjata itu.

Sejak awal tersiar kabar terbunuhnya anggota polis itu, syak wasangka banyak orang tertuju pada kelompok penjahat pengedar narkoba sebagai tersangka pelakunya. Sebab, dalam beberapa kasus kejahatan bersenjata api yang terjadi di Aceh, pelakunya selalu terkait dengan jaringan narkoba.

Nah, ternyata dalam kasus terbaru ini, menurut polisi pelakunya adalah kelompok perompak laut yang sudah sering beraksi di perairan Aceh. Apakah mereka terkait atau tidak dengan jaringan narkoba internasional, kita masih menunggu hasil penyidikan polisi.

Yang pasti, kita semua ingin polisi bekerja keras memberantas habis kelompok-kelompok penjahat bersenjata api dan lainnya. Sebab, keberadaan senjata liar di tangan penjahat itu bisa mengganggu kenyamanan masyarakat. Lebih parah lagi dapat memperburuk pandangan luar terhadap kondisi Aceh.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved