Salam

Rekam Jejak Bacaleg Baik atau Publik Cuek?

Respons atau tanggapan masyarakat terhadap Daftar Calon Sementara (DSC) bakal calon legislatif (Bacaleg) DPRA sangat minim

Rekam Jejak Bacaleg Baik atau Publik Cuek?
IST
Munawarsyah 

Respons atau tanggapan masyarakat terhadap Daftar Calon Sementara (DSC) bakal calon legislatif (Bacaleg) DPRA sangat minim. Padahal, tahapan mendengarkan tanggapan dan masukan masyarakat terhadap bacaleg dibuka KIP cukup lama, yakni sejak 12 Agustus sampai 21 Agustus pekan lalu. Dalam tahapan itu, dari 1.338 bacaleg yang masuk DCS, masyarakat hanya menanggapi delapan bacaleg. “Iya minim tanggapannya, kita tidak tahu juga kenapa. Padahal sudah diumumkan DCS dan berharap masyarakat memberi tanggapan terhadap calon sementara itu,” kata Komisioner KIP Aceh, Munawarsyah.

Ke delapan bacaleg tersebut ia katakan, diusung oleh lima partai politik (parpol). Dengan rincian 2 bacaleg dari PKB, 1 dari PBB, 2 dari Partai SIRA, 1 dari Golkar, dan 2 bacaleg dari PAN. Para bacaleg itu ada yang berasal dari Aceh Selatan, Bener Meriah, Aceh Barat Daya, dan kabupaten/kota lainnya.

Tanggapan dari masyarakat juga sangat beragam. Di antaranya terkait bacaleg yang masih berstatus keuchik dan petugas pendamping desa. Ada pula yang dilaporkan karena sang bacaleg mantan narapidana korupsi dan lain-lain terkait statusnya di partai.

Sedangkan bacaleg DPRK seluruh Aceh, dari data yang sudah masuk, yang paling banyak mendapat tanggapan masyarakat adalah bacaleg DPRK Aceh Selatan. Laporan yang diterima KIP Aceh dari Panwaslih Aceh Selatan, ada 47 orang bacaleg yang dipersoalkan. “Empat orang karena berstatus PNS, 23 orang berstatus tenaga honorer, 20 orang perangkat desa yang meliputi keuchik, mukim, tuha peut, tuha lapan, dan lainnya,” sebut Munawarsyah.

Sampai kemarin, Serambi belum memperoleh data resmi mengenai jumlah bacaleg DPRK seluruh Aceh yang direspon masyarakat. Karena itu, kita belum tahu apakah tanggapannya ramai atau juga “sepi” seperti bacaleg DPRA.

Karena respon terhadap bacaleg DPRA sudah terdata, maka kita ingin mengomentari tentang data itu. Prasangka baiknya, mungkin semua bacaleg DPRA berperangai baik dan tidak memiliki catatan buruk sebelumnya. Dan, jika itu benar kita sangat bangga.

Sedangkan kemungkinan kedua, minimnya respon terhadap bacaleg DPRA itu karena publik bersikap “cuek”. Sebab, yang dilihat publik, sebagian besar orang yang masuk daftar bacaleg dari parpol-parpol itu adalah para politisi yang sedang berstatus anggota dewan, mantan anggota dewan, atau mantan pejabat. Karena kinerja legislatif dan eksekutif selama ini sangat mengecewakan masyarakat, maka ketika mereka tampil lagi dalam daftar bacaleg, publik langsung bersikap “tak ambil pusing”. Maka, sepilah tanggapan terhadap bacaleg ke KIP. Prihatin, kan?

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved