Kadisdik Siap Beri Keterangan

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh Barat Bismi SPd menyatakan siap memberikan keterangan kepada penyidik polisi

Kadisdik Siap Beri Keterangan
RADEN BOBBY ARIA PRAKASA, Kapolres Aceh Barat

* Terkait OTT Pejabat di Dinas Pendidikan Aceh Barat

MEULABOH - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh Barat Bismi SPd menyatakan siap memberikan keterangan kepada penyidik polisi terkait kasus dugaan punggutan liar atau penerimaan fee proyek dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret seorang pejabat Disdik dan empat orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Aceh Barat.

“Kapanpun panggil, saya akan hadir,” kata Bismi kepada Serambi kemarin. Dia sebutkan pihaknya akan menyampaikan informasi apa pun yang dimintai penyidik. Selain itu, Bismi juga kembali meluruskan informasi bahwa ia dirawat di rumah sakit sebelum penangkapan OTT tersebut terjadi. “Sekarang masih berobat jalan. Alhamdulilah banyak membaik,” katanya.

Ia menambahkan terhadap jabatan kepala seksi (Kasi) sarana dan prasarana (Sarpras) dan dua kepala sekolah yakni Kepala SD Ranto Panjang II dan Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang kini kosong segera akan diisi oleh pelaksana tugas.

“Kegiatan di sekolah tidak boleh terhenti,” ujar Bismi. Kemarin Bismi sudah kembali bertugas masuk kantor pascadirawat di rumah sakit akibat naik tensi darah. Selain mulai masuk kantor, Kadisdik Aceh Barat yang menjabat sejak 4 Juli 2018 lalu juga menghadiri kegiatan seminar di aula kantor bupati kemarin.

Sementara itu penyidik Polres Aceh Barat masih terus memeriksa saksi-saksi dalam kasus tersebut. Kemarin tidak ada pemeriksaan, namun pada Rabu (29/8) lalu sebanyak 3 kepala sekolah diperiksa untuk melengkapi pemeriksaan. Tiga kepala sekolah yang diperiksa di ruang Tipikor Polres Aceh Barat adalah Kepala SMP 5 Meulaboh Eldawin SPd, Kepala SDN 24 Meulaboh Nurjannah SPd, dan Kepala SMPN 1 Pante Ceureumen Umi Kalsum.

Dengan demikian kepala sekolah yang sudah diperiksa menjadi 10 orang dari 21 sekolah penerima proyek dana DAK 2018 dengan total Rp 3,9 miliar. Penyidik polisi juga sudah memeriksa Sekretaris Disdik dan Kabid Program Disdik dalam kasus tersebut.

Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa secara terpisah kemarin mengatakan pihaknya masih terus mendalami dan memeriksa saksi-saksi dalam kasus ini untuk melengkapi berkas perkara serta memastikan apakah ada tersangka lain atau tidak.

“Penyidik masih terus memeriksa saksi-saksi dari pihak sekolah,” katanya. Seperti diberitakan, Polres Aceh Barat menetapkan seorang pejabat Disdik Aceh Barat bersama seorang kepala sekolah, satu kepala SKB, seorang tenaga honorer, dan seorang rekanan sebagai tersangka setelah terjaring OTT atas dugaan pungli.

Kelimanya dibekuk Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Aceh Barat pada Senin (20/8) sore. Tim juga menyita uang sebagai barang bukti (BB) dari tangan tersangka sebesar Rp 157,6 juta. Kelima orang yang sudah berstatus tersangka itu adalah Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdik Aceh Barat berinisial MN (47), MB (4) honorer Disdik Aceh Barat, ZL (49) kontraktor, Kepala SD Ranto Panjang berinisial II, dan AL (38) sebagai kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Aceh Barat.

Kelimanya sudah dijebloskan ke sel Mapolres Aceh Barat. Pejabat dari Disdik Aceh Barat itu ditangkap setelah polisi mendapat laporan tentang adanya praktik pungli dan tindak pidana korupsi proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 yang bersumber dari Pemerintah Pusat untuk pengadaan barang-barang pada 21 sekolah di Aceh Barat.

Polisi berhasil membekuk pelaku ketika sedang melakukan penyerahan uang di mushala sebuah bank di Meulaboh.

Sementara itu Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Praksa menambahkan sejauh penyidik masih menfokuskan pada pemeriksaan saksi-saksi lain. Sedangkan untuk pemeriksaan Kadisdik akan dijadwal ulang oleh penyidik dalam waktu dekat setelah pemeriksaan lainnya tuntas.

“Nanti akan kita periksa,” katanya. Dia sebutkan semua yang berkaitan dengan kasus ini akan diperiksa dan dipanggil untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat atau menerima aliran dana.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help