Kasus Pembunuhan Gajah Jinak Bunta Dilimpahkan ke Jaksa

Sejauh ini, jelas Kapolres, Polisi masih mengejar dua terduga pelaku pembunuh Bunta yang ditetapkan sebagai DPO.

Kasus Pembunuhan Gajah Jinak Bunta Dilimpahkan ke Jaksa
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Kasubdit 1 Dittipidter Bareskrim Mabes Polri, Kombes Adi Karya, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Ditjen KSDAE Drh Indra Exploitasia, Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera Edward Sembiring, memperlihatkan gading gajah yang diamankan dari gajah jinak Bunta, dan gading dari tersangka pembunuh, serta barang bukti lainnya, dalam konfrensi pers di Mapolres Aceh Timur, Selasa (3/7/2018) malam. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, IDI - Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, mengatakan kasus pembunuhan gajah jinak Bunta telah dilimpahkan ke Kejaksaan Aceh Timur.

“Kasus Bunta sudah tahap II. Tersangka dan barang buktinya sudah diserahkan ke Kejaksaan,” jelas AKBP Wahyu Kuncoro didampingi Kasat Reskrim AKP Erwin Satrio Wilogo, Kamis (30/8/2018) di Mapolres setempat.

Sejauh ini, jelas Kapolres, Polisi masih mengejar dua terduga pelaku pembunuh Bunta yang ditetapkan sebagai DPO.

“Kedua DPO masih dalam pengejaran.Mohon dukungannya agar kedua DPO segera tertangkap,” pinta Kapolres.

Kedua tersangka pembunuh Bunta yang diserahkan ke Kejaksaan yakni AL dan AW. Sedangkan, dua terduga pelaku yang masih DPO yakni, P dan A.

Kasus pembunuhan gajah jinak Bunta yang diduga melibatkan empat tersangka ini terjadi di kawasan CRU Serbajadi, Aceh Timur, 9 Juni 2018 lalu.

Baca: Berhasil Ungkap Pembunuhan Gajah Jinak Bunta, Polres Aceh Timur Dapat Penghargaan

Saat itu Bunta ditemukan mati dengan kondisi gading sebelah kiri hilang.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Erwin Satrio Wilogo, mengatakan, pihaknya telah mengantongi nama terduga pelaku terkait gajah liar yang ditemukan mati di kawasan perkebunan petani di Gampong Cek Mbon, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Kamis 9 Agustus 2018 lalu.

“Nama pelakunya sudah kita kantongi. Dan sampai kini masih dalam pengejaran karena pelakunya melarikan diri,” jelas AKP Erwin Satrio Wilogo.

Halaman
12
Penulis: Seni Hendri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved