Penderita Sakit Jiwa Bebas dari Pasung

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh kemarin membebaskan enam penderita gangguan jiwa yang dipasung

Penderita Sakit Jiwa Bebas dari Pasung
Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, dr Mahkruzal bersama Bupati Nagan Raya, M Jamin Idham saat menjempu pasien sakit jiwa untuk bebas pasung di Desa Mon Dua, Kecamatan Tripa Makmur Kamis (30/8), guna dilakukan pengobatan di RSJ Banda Aceh. 

* Seluruh Aceh Mencapai 13.500 Orang

SUKA MAKMUE - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh kemarin membebaskan enam penderita gangguan jiwa yang dipasung selama ini di sejumlah kecamatan di Kabupaten Nagan Raya.

Para pasien sakit jiwa itu dijemput langsung Direktur RSJ Aceh dr Mahkruzal didamping Bupati Nagan Raya M Jamin Idham yang ikut membuka gembok rantai yang mengikat salah satu pasien di sebuah gubuk di Desa Mon Dua, Kecamatan Tripa Makmur.

Para pasein yang dijemput itu masing-masing Farida (55) dan Musliadi (36) di Desa Mon Dua, dan Zulhelmi (23) di Desa Neubok Yee, Kecamatan Tripa Makmur. Selanjutnya Susi Tria (19) di Desa Jati Rejo, Kecamatan Kuala Pesisir, Yuni (42) di Lhok Pante Cermin dan Irwansyah (25) dari Blang Baro, keduanya dari Kecamatan Seunagan.

Direktur RSJ Aceh dr Mahkruzal kepada Serambi, Kamis (30/8) mengatakan, para pasien yang dijemput langsung di Nagan Raya ini perdana dilakukan pihak RSJ Aceh tahun ini.

“Penjemputan tersebut merupakan perintah gubernur Aceh, agar tahun 2022 nanti Aceh harus bebas pasung dan tidak boleh lagi penderita sakit jiwa dipasung. Dari data riset 2013 Aceh mencapai 13.500 penderita sakit jiwa,” kata Mahkruzal.

Disebutkan, saat ini penderita sakit jiwa yang dipasung di Aceh mencapai 85 orang dan 51 di antaranya akan segera dibebaskan. Para pasienakan dijemput langsung tim khusus dari pihak RSJ Aceh ke semua kabupaten/kota.

Selanjutnya para pasien yang telah dijemput dibawa ke RSJ Banda Aceh untuk mendapat pengobatan dan pembinaan, dengan harapan mereka dapat disembuhkan. Disebutkan, gangguan jiwa tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor di antaranya masalah ekonomi, pemakaian narkoba dan akibat kemiskinan.

Sementara itu Bupati Nagan Raya M Jamin Idham yang ikut membebaskan warganya dari ratai pasung mengatakan, jumlah penderita sakit jiwa di daerah itu mencapai 110 orang. Namun dari jumlah tersebut hanya enam yang dipasung.

Ia menambahkan, Pemerintah Nagan Raya memberikan apresiasi kepada pihak RSJ Aceh yang menjemput langsung pasien sakit jiwa di Nagan Raya untuk diobati dan dibina di RSJ Aceh. Ia juga mengintruksikan kepada jajaran Dinas Kesehatan agar terus melakukan pendataan agar semua penderita sakit jiwa terdata dan bebas dari pasung.

Dalam penjemputan pasien sakit jiwa tersebut turut hadir Direktur RSJ Aceh dr Fahkruzul beserta tim khusus, bupati, kepala Dinas Kesehatan Direktur RSUD Sultan Iskandar Muda (SIM), para kepala SKPK dan sejumlah petugas kesehatan.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved