Dekati Tingkat Krisis Asia Tahun 1998, Rupiah Tembus Rp 14.800

Melemahnya mata uang rupiah menunjukkan total penurunan sebesar 8,7 persen sejak awal tahun.

Dekati Tingkat Krisis Asia Tahun 1998, Rupiah Tembus Rp 14.800
Foto Kontan.co.id/Baihaki
Dollar AS menguat dan nilai tukar rupiah melemah 

SERAMBINEWS.COM - Mata uang rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga berada pada titik terendah selama 20 tahun terahir.

Dilansir TribunWow.com dari asia.nikkei.com, Jumat (31/8/2018), nilai tukar rupiah mencapai Rp 14.840 pada tengah malam.

Angka tersebut merupakan yang terendah sejak Juli 1998 setelah terjadinya krisis keuangan Asia.

Melemahnya mata uang rupiah menunjukkan total penurunan sebesar 8,7 persen sejak awal tahun.

Baca: Final Sepak Takraw Asian Games 2018 - Perjuangan Saiful Dkk Merebut Emas Terakhir untuk Indonesia

Baca: CPNS 2018 - Terbaru, BKN Mantapkan Koordinasi untuk Pendaftaran Seleksi dan Ingatkan Hal Berikut

Terkait hal ini, sebelumnya Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga dengan total 125 basis poin sejak Mei.

Selain itu BI juga melakukan intervensi untuk menopang mata uang rupiah.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menuturkan komitmen BI untuk menjaga stabilitas ekonomi sangat kuat, terutama stabilitas nilai tukar rupiah.

Oleh sebab itu, BI meningkatkan intervensi di pasar forex.

Penurunan peso Argentina pada Kamis (30/8/2018) yang jatuh pada rekor terendah terhadap dolar AS memicu kekhawatiran baru dari aset pasar negara berkembang di kalangan investor internasional.

Baca: Habiskan Rp6,9 Miliar per Hari untuk Makanan, Apa Menu yang Disajikan untuk Atlet Asian Games 2018?

Baca: Seorang Pimpinan Sidang Juga Walkout dari Musda KNPI Subulussalam, Ini Alasannya

Hal ini karena bank sentral Argentina menaikkan suku bunga utama sebesar 1500 basis poin menjadi 60 persen.

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved