KPK Periksa Irwandi sebagai Tersangka

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mulai memeriksa Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf

KPK Periksa Irwandi  sebagai Tersangka
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/7/2018). Irwandi Yusuf menjalani pemeriksaan lanjutan terkait dugaan suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

* Kembalikan Uang Rp 39 Juta

BANDA ACEH - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mulai memeriksa Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf sebagai tersangka kasus dugaan praktik suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.

Pemeriksaan berlangsung di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (31/8) dari pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Ini pemeriksaan pertama bagi Irwandi dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

“Irwandi Yusuf hari ini diperiksa dalam status sebagai tersangka dari pukul 10, sekarang lagi break Jumatan,” kata Kuasa Hukum Irwandi, Sayuti Abubakar MH kepada Serambi dari Jakarta, kemarin siang.

Saat diperiksa, lanjutnya, Irwandi didampingi Sirra Prayuna yang juga kuasa hukumnya. Menurut Sayuti, selama ini Irwandi sudah pernah diperiksa tapi hanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lain.

Selama pemeriksaan, Irwandi dicecar dengan 18 pertanyaan. Menurut Sayuti, penyidik hanya mendalami laporan hasil kekayaan pejabat negara (LHKPN) dan harta yang dimiliki Irwandi serta hubungannya dengan tersangka lain.

Seperti diketahui, Gubernur Irwandi Yusuf ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK setelah melakukan pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus dugaan praktik suap DOKA 2018.

Selain Irwandi, KPK juga menetapkan tiga tersangka lain, yaitu Bupati Bener Meriah, Ahmadi, Ajudan Gubernur Aceh, Hendri Yuzal, dan seorang pengusaha, Teuku Syaiful Bahri.

Ketika ditanya mengenai hubungan antarmereka, jawaban Irwandi, menurut Sayuti, “Dengan Ahmadi beliau kenal karena Bupati Bener Meriah, Hendri sebagai staf khususnya, dan Syaiful adalah seorang pengusaha di Aceh,” ungkap Sayuti.

Ia juga menyampaikan bahwa sejauh ini penyidik belum menanyakan mengenai dana Rp 500 juta yang diduga mengalir ke Irwandi. Namun demikian, pemeriksaan terhadap Irwandi belum usai, masih akan berlanjut.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help