Citizen Reporter

Melirik Kehidupan di Kota Pesisir Lithuania

SAYA sangat bersyukur, doa saya dan kedua orang tua dikabulkan Allah sehingga sejak awal Juli 2018

Melirik Kehidupan di Kota Pesisir Lithuania
TJOET SAFIRA MUSTAQILLA, Mahasiswi International Accounting Program Universitas Syiah Kuala, sedang mengikuti summer course di Klaipeda University, melaporkan dari Lithuania

TJOET SAFIRA MUSTAQILLA, Mahasiswi International Accounting Program Universitas Syiah Kuala, sedang mengikuti summer course di Klaipeda University, melaporkan dari Lithuania

SAYA sangat bersyukur, doa saya dan kedua orang tua dikabulkan Allah sehingga sejak awal Juli 2018 saya diberi kesempatan mengikuti program summer course selama sebulan di Kota Klaipeda, Lithuania. Klaipeda merupakan jalur laut satu-satunya di Lithuania yang berada di jalur Baltik dan merupakan kota ketiga terbesar di Lithuania yang terletak di bagian barat negara itu.

Kota ini memiliki 151.227 penduduk. Kini Klaipeda merupakan pelabuhan feri utama yang menghubungkan Swedia, Denmark, dan Jerman. Jarak antara Klaipeda dan Vilnius (ibu kota Lithuania) cukup jauh, yakni sekitar 311 km atau empat jam perjalanan darat. Namun, perjalanan tidak terasa berat karena mereka memiliki infrastruktur dan kondisi lalu lintas yang berkembang dengan baik.

Sejak awal, saya menentukan pilihan untuk belajar di Fakultas Humaniora dan Ilmu Alam Klaipeda University dengan alasan yang sangat simpel, karena telanjur jatuh cinta pada bangunan universitasnya yang masih sangat asli dan tradisional. Benar saja, sesampai di sana saya melihat betapa kentalnya pengaruh Nazi saat Perang Dunia I di setiap sudut kota bahkan di kampus itu sendiri. Klaip da University merupakan gedung bekas militer Jerman, berisi enam bangunan Neo-Gothic yang telah dinyatakan sebagai monumen arsitektur.

Sekecil apa pun peninggalan sejarah, warga Klaipeda masih sangat melindungi tanpa merusak atau memindahkannya. Tak heran jika kita bisa menemukan monumen, artefak, pahatan, atau sekadar ukiran kecil di dinding dan jalan-jalan kota ini.

Tapi nyatanya bukan hanya itu, di musim panas kali ini saya merasakan banyak pengalaman di Klaipeda karena kota ini terkenal dengan julukannya sebagai kota yang penuh sukacita dan hiburan, apalagi saat sedang peak season (musim puncak) mulai dari Juli hingga September. Salah satu eventyang paling masyhur, yaitu J ros Svent atau Festival Laut yang diadakan dua tahun sekali dan merupakan event terbesar di Klaipeda.

Acara ini berlangsung selama tiga hari, dimulai 27 hingga 29 Juli setiap tahun. Kota Klaipeda yang biasanya sepi karena penduduknya yang sedikit berubah menjadi padat terlebih dengan kedatangan turis dari berbagai negara. Pusat acaranya berada di Senamiestes (Kota Tua). Banyak ruas jalan yang ditutup dan dialihkan pada saat event ini digelar.

Sungguh, saya sangat menikmati event ini sebagai mahasiswa karena bisa icip-icip snack tradisional secara cuma-cuma, terlebih karena transportasi bus selama tiga hari itu digratiskan.

Aura musim panas benar-benar terasa di sini karena semua orang dapat melihat parade berbagai macam kapal yang dinaiki orang dengan kostum tradisional. Bahkan pada hari pertama mahasiswa Internasional seperti kami juga diajak berpartisipasi mengikuti karnaval dan berkeliling kota untuk menyapa masyarakat Lithuania.

Banyak pameran kerajinan yang dijejer di sepanjang dermaga, konser musik di tepi pantai, dan berbagai macam pertunjukan seni untuk anak-

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved