Semarak Kemerdekaan dari Taman Sari

SEMARAK kemerdekaan belum usai. Semburat warna merah putih berkibar di sana sini. Bertempat di Taman Sari atau Bustanussalatin, Banda Aceh

Semarak Kemerdekaan dari Taman Sari
SERAMBI/ NURUL HAYATI
Lomba masak antar gampong dalam Baiturrahman Expo 2018 di Taman Sari, Banda Aceh, Jumat (31/8).SERAMBI/ NURUL HAYATI 

SEMARAK kemerdekaan belum usai. Semburat warna merah putih berkibar di sana sini. Bertempat di Taman Sari atau Bustanussalatin, Banda Aceh, selama tiga hari (30 Agustus-1 September), Pemerintah Kota Banda Aceh mempersembahkan Baiturrahman Expo 2018. Belasan stan dari Kecamatan Baiturrahman berjejer, mejeng memagari sisi taman yang sudah ada sejak abad ke-17 itu. Sementara setiap harinya, aneka lomba khas tujuh belasan, silih berganti menghibur warga. Rayakan kemerdekaan.

Seperti pemandangan yang terlihat saat Serambi menyambangi lokasi pelaksanaan, Jumat (31/8) sore. Warga berkerumun menyaksikan aneka hidangan yang tertata apik menggugah selera, sekaligus sayang untuk disantap. Dewan juri satu persatu mencicipi setiap hidangan yang mewakili gampong se-Kecamatan Baiturrahman. Ditimpali suara panitia yang mengingatkan warga yang antusiame dan merangsek ke deretan meja di bawah tenda.

“Hari ini lomba masak. Untuk olahan tempe langsung dibuat di tempat, sedangkan lainnya seperti hiasan memang sudah disiapkan,” ujar Panitia Lomba Masak Baiturrahman Expo 2018, Cut.

Sementara di tengah lapangan, aneka permainan tradisional bergulir. Mulai dari panjat pinang, panjat batang pisang, lari karung, dan lomba gelindingan ban. Setelah sebelumnya lomba kukur kelapa yang turut dimeriahkan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, sukses menghibur pengunjung. Tak ketinggalan aneka lomba kocak, sebut saja lomba merias wajah tanpa cermin, lomba meletuskan balon, membawa karet dengan pipet, dan tentu saja lomba tarik tambang. Bukti bahwa bahagia itu sederhana.

Stan-stan perwakilan gampong se-Kecamatan Baiturrahman terlihat meriah dalam warna warni menyala. Sebut saja stan Gampong Seutui dalam balutan warna merah putih. Topi Teuku Umar yang dibuat dari sirih bersusun menyambut pengunjung. Sementara dari Gampong Ateuk Jawoe, sebuah sepeda ontel dengan gerabah di sadel mejeng di muka stan. Menarik pengunjung untuk singgah. “Jadi kalau ada anaknya yang berbakat, boleh didaftarkan ke kami untuk tampil di sini,” suara MC dari panggung utama, usai atraksi tarian dan pantonim dimainkan.

Sementara dari Taman Putroe Phang, Baiturrahman Expo mempersembahkan pertunjukan rapa-i geleng, saman, Putroe Phang Art, dalail khairat, dan zikir Aceh. Pagelaran seni tradisi yang lestari hingga kini. Hidup dan dibesarkan oleh warganya. Mengambil bagian dalam perhelatan perayaan HUT ke-73 Indonesia. Semarak kemerdekaan dari ujung barat nusantara.(nurul hayati)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help