Tiga Orang Dibebaskan Karena tak Bersalah

DALAM konferensi pers di Mapolres Aceh Utara kemarin, Kapolres AKBP Ian Rizkian Milyardian secara khusus meminta maaf

Tiga Orang Dibebaskan Karena tak Bersalah
Personel Polres Aceh Utara membawa jenazah Brigadir Faisal dalam upacara pelepasan sebelum dibawa pulang ke kampung halaman 

DALAM konferensi pers di Mapolres Aceh Utara kemarin, Kapolres AKBP Ian Rizkian Milyardian secara khusus meminta maaf kepada pihak keluarga dari tiga penarik ojek (RBT) yang sempat diamankan polisi saat penangkapan para tersangka, tapi kemudian terbukti tidak bersalah.

“Saat penggerebekan berlangsung, situasi di luar kendali. Setelah diamankan, mereka (penarik ojek/RBT) dibawa ke mapolres untuk diperiksa. Setelah diperiksa, mereka kami nyatakan tidak bersalah sehingga kami kembalikan ke pihak keluarganya,” ujar AKBP Ian.

Ketiga orang yang dibebaskan karena tidak bersalah itu adalah Faisal, Syahrul, dan Bahagia, warga Desa Asan, Kecamatan Madat, Aceh Timur.

Sementara itu, Kasat Reskrim Aceh Utara, Iptu Refky Kholiddiansyah kepada Serambi mengakui bahwa tiga penarik ojek (RBT) sempat diamankan petugas sebagai ekses dari penangkapan para tersangka penembak Bripda Faisal. Tapi mereka sudah dibebaskan, karena tidak bersalah.

“Karena itu, mereka dihadirkan langsung di sini (dalam konferensi pers -red ). Ini dilakukan karena ada media yang memberitakan bahwa seorang penarik RBT itu dipukuli hingga kakinya patah. Padahal, kasus kaki patah itu terjadi pada 2014 dalam kejadian lain. Kemudian ada lagi foto yang mereka sebar. Di situ terlihat mereka berdarah. Nah, foto itu pun hasil editan. Namun, kita tidak tahu pihak mana yang melakukannya,” kata Iptu Refky.

Disebutkan juga bahwa pada saat ditangkap, salah satu tersangka, yakni Zulkifli, melemparkan granat ke arah polisi. Bahkan dia hendak menarik senjata revolver dari pinggangnya. Tapi polisi bertindak cepat. Nah, itulah sebab dia meninggal dunia,” kata Kasat Reskrim.

Sedangkan tersangka Samsul ketika ditangkap sempat melawan petugas. Dia menusuk Bripda A dengan pisau di bagian perutnya. Lalu Bripa A melakukan perlawanan. Samsul akhirnya dipukul di bagian leher, sehingga terjatuh, dan kepalanya membentur batu, Itu sebab kepalanya agak remuk.

Dalam konferensi pers kemarin, polisi juga memperlihatkan tiga penarik RBT yang dihadirkan ke lokasi itu untuk membuktikan mereka tidak dipukuli oleh polisi.

Dalam kesempatan itu seorang penarik RBT menyebutkan dirinya baik-baik saja. “Saya diminta antar dari kampung saya (Asan) ke Matang Kupula. Sampai sekarang ongkosnya belum lunas,” ujar Syahrul, warga Desa Asan, Kecamatan Madat, Aceh Timur. (jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help