RS Meuraxa Miliki Alat Penghilang Nyeri

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Banda Aceh, sejak pertengahan Agustus 2018

RS Meuraxa Miliki Alat Penghilang Nyeri
WALI Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, didampingi Direktur RSUD Meuraxa dr Fuziati Sp Rad, meninjau alat C-Arm di rumah sakit tersebut. 

BANDA ACEH - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Banda Aceh, sejak pertengahan Agustus 2018 telah membuka pelayanan kesehatan manajemen nyeri dengan dukungan alat diagnostik dan theurapeutik berupa C-Arm. Pengoperasian alat ini ditangani langsung dr Riza Mulyadi Sp An FIPM yang baru menyelesaikan pendidikan fellow intervensional pain manajemen di kolegium anestesiologi dan terapi intensif Indonesia.

“Alhamdulillah layanan kesehatan manajemen nyeri yang kini dimiliki RS Meuraxa dengan dukungan alat C-Arm, menggunakan teknik minimal invasive, yakni suatu metode menghilangkan rasa nyeri tanpa pembedahan,” ujar dr Riza.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Jumat (31/8), menyempatkan diri melihat alat kesehatan C-Arm tersebut. “Saya berpesan dengan adanya alat C-Arm ini akan mampu melayani kebutuhan warga dalam mengatasi rasa nyeri di tulang dan persendiannya,” ungkapnya.

Karena itu, wali kota minta pihak manajemen RS Meuraxa agar memberikan pelayanan optimal, sehingga para pasien bisa terlayani dan tertangani. “Kami terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal yang kita miliki sebagai bagian amanah aparatur pemerintah di bidang kesehatan,” pungkas Aminullah.

Direktur RSUD Meuraxa, dr Fuziati SpRad, menjelaskan, pelayanan manajemen nyeri di RS Meuraxa akan dilaksanakan setiap hari dengan prosedur bila rasa nyeri tidak tertahankan yang menyerang pinggang, sekitar lutut dan pengekangan kaki, bisa langsung datang ke IGD RS Meuraxa. “Sementara pasien rujukan dari puskesmas atau RS daerah dapat kita layani dengan mendatangangi poliklinik syarat, poliklinik ortopedi atau poliklinik bedah, dimana nantinya akan dilayani secara bersama-sama,” ujarnya.

Layanan manajemen nyeri memang diperuntukkan bagi pasien yang menderita sakit pinggang, lutut dan seputar pengekangan kaki. Bagi olahragawan yang mengalami pergerakan otot gerak dan persendiannya terganggu, karena rasa sakit yang kuat, bisa diatasi dengan teknik manajemen nyari, tentunya melalui pemeriksaan dan diagnostik.

“Dengan dibukanya pelayanan kesehatan manajemen nyeri ini, pelayanan di RS Meuraxa menjadi lebih optimas. Apalagi saat ini RS Meuraxa telah memiliki 46 dokter spesialis dengan berbagai keahlian dan kompetensi,” demikian dr Fuziati.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved