Pelajar SMP Aceh Juara Nasional Musik Tradisional di Bangka

Dunia pendidikan Aceh kembali mengukir prestasi gemilang di berbagai even tingkat nasional

Pelajar SMP Aceh Juara Nasional Musik Tradisional di Bangka
KEPALA Bidang SMA/PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Zulkifli, Sabtu (1/9), menyambut kepulangan juara dan peraih medali emas pada festival lomba siswa nasional jenjang SMP di Bandara Sultan Iskandarmuda, Blangbintang. 

BANDA ACEH - Dunia pendidikan Aceh kembali mengukir prestasi gemilang di berbagai even tingkat nasional. Setelah keberhasilan guru dan tenaga pendidikan mendulang enam medali emas di tingkat nasional pertengahan Agustus 2018, juga didukung perolehan empat medali di Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) jenjang SMA/SMK yang berakhir 31 Agustus di Banda Aceh.

Keberhasilan meraih medali emas di lomba tingkat nasional, juga dipersembahkan lima pelajar SMP Negeri 1 Banda Aceh. Para pelajar ini mengharumkan nama Tanah Rencong dengan mendulang satu medali emas pada cabang Musik Tradisional di Bangka Belitung.

Kepala Bidang SMA/Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Aceh, Zulkifli MPd, Jumat (31/8) malam menyambut kepulangan tim juara lomba nasional dari Bangka. Para juara itu adalah Rio Satya, M Rizdkal, Ade Rahmad Dhasry, M Akmal Aminullah Satria, dan M Daffa Apriandi.

Rio mengatakan untuk memenangkan lomba di tingkat nasional, mereka harus bekerja keras. “Kami tidak hanya mengandalkan musik yang ada di pesisir semisal rapa-i, tetapi juga harus mengkombinasikan dengan alat musik tradisional dataran tinggi Gayo,” katanya.

Didampingi Kabid SMA/PKLK, Zulkifli M.Pd, Rio Satya menyebutkan memang tidak menggabungkan seluruh potensi alat musik tradisional yang ada di Aceh. “Kami memerlukan latihan yang lebih serius. Tapi kami puas, karena hasilnya juara nasional,” tegasnya.

Alat musik tradisional yang dikerahkan ke Bangka Belitung itu, katanya, terdiri dari rapai, seurune kale, genderang, taktok, dan suling Gayo. “Suling Gayo ini memang beda dengan suling asal Jawa. Kalau suling Jawa nadanya rendah. Sedangkan suling gayo, nadanya tinggi,” katanya.

Jadi kemenangan yang kami capai, ya cara kami memainkan musik tradisional, kata siswa SMP Negeri 1 Banda Aceh. (sir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved