Opini

Pendidikan Aceh di Era Revolusi Industri 4.0

SECERCAH kebahagiaan mewarnaiperingatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh 2 September tahun ini

Pendidikan Aceh di Era Revolusi Industri 4.0
IST
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, Ketua Komisi Pendidikan DPRA Abdul Fatah, dan Wakil Ketua Majelis Pendidikan Aceh, Dr Azwar Thaib, mengikuti prosesi peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke 59 di Lapangan Tugu Darussalam, Banda Aceh Minggu (2/9/2018). 

Melihat realitas tantangan pendidikan kekinian, seharusnya kita sudah terbebas dari lilitan masalah seperti tadi. Harusnya kita sudah bergerak ke level yang sesuai dengan kondisi objektif masa kini, yakni menyiapkan generasi yang oleh mantan Mendikbud Anies Baswedan disebut sebagai cara berpikir pendidikan abad 21, yang mengubah mindset dari “kamu mau jadi apa?” menjadi “kamu mau buat apa” setelah menyelesaikan proses pendidikan. Sebab, ketika Revolusi Industri 4.0 sudah melanda, akan terjadi perubahan besar pada tatanan kehidupan, terutama menyangkut lapangan kerja.

Revolusi Industri 4.0 memungkinkan terjadinya distruptif teknologi yang memunculkan kecerdasan buatan atau intelegensi artifisial. Sehingga, akan banyak pekerjaan manual manusia yanghilang dan digantikan dengan robot. Meski pada sisi lain, era ini juga membuka peluang untuk memunculkan bidang pekerjaan baru.

Oleh karena itu, sekolah dan tenaga pendidik seharusnya menyediakan dirinya untuk lebih siap menjawab tantangan tersebut. Yakni, menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan dan kesulitan era pada saat mana lulusan sekolah harus bersaing dengan robot dan kecerdasan buatan. Yang harus dilakukan oleh lembaga pendidikan justeru menyiapkan peserta didiknya agar memiliki kemampuan memecahkan masalah (problem solving), beradaptasi, kolaborasi, kepemimpinan, kreativitas dan inovasi. Inilah bidang-bidang yang tidak bisa digantikan oleh mesin.

Kebijakan nasional
Ada empat elemen penting yang menjadi perhatian dan akan dilaksanakan oleh pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0, yaitu: Pertama, penyesuaian sarana dan prasarana pembelajaran dalam hal teknologi informasi, internet, analisis dan komputerisasi untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Terobosan inovasi akan berujung pada peningkatan produktivitas dan kualitas dari guru dan siswa.

Kedua, rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap Revolusi Industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan. Selain itu, perkembangan teknologi juga diharapkan menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok daerah untuk menjangkau pendidikan tinggi yang berkualitas.

Ketiga, persiapan sumber daya manusia khususnya guru dan peneliti, peremajaan sarana prasarana dan pembangunan infrastruktur pendidikan, riset, dan inovasi juga perlu dilakukan untuk menopang kualitas pendidikan, riset, dan inovasi. Dan, keempat, perlu dilakukan terobosan dalam riset dan pengembangan yang mendukung Revolusi Industri 4.0 serta pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas guru dan siswa di Sekolah dan Perguruan Tinggi.

Empat kebijakan nasional tadi menitikberatkan aspek pentingnya penguatan pendidikan, baik re-orientasi program, penyesuaian sarana dan prasarana, maupun kualitas sumber daya manusia yang mengikuti perkembangan era Revolusi Industri 4.0. Oleh karena itu, sekolah sebagai ujung tombak penyiapan SDM masa depan, harus menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan zaman.

Selain peran sebagaimana diajarkan dalam prinsip Kihajar Dewantara, guru juga menjadi filter dari beragam literasi media yang ditemukan siswa agar tidak mengarah pada hasil yang kontraproduktif. Guru harus mampu melahirkan lulusan yang kreatif, inovatif, mampu menjawab tantangan dengan sumber-sumber belajar yang kredibel, sesuai aturan ilmiah yang menjunjung etika. Dari sini diharapkan bermunculan generasi ‘kekinian’ yang mampu menjawab setiap tantangan zaman, berkarakter dan berintegritas.

Sekarang, gelombang revolusi industri 4.0 sedang berlangsung di depan mata. Pemerintah Aceh dengan segala daya dan upaya pun telah menyiapkan langkah-langkah untuk merespon upaya perbaikan mutu pendidikan. Termasuk membentuk 20 cabang dinas untuk memangkas birokrasi dan meningkatkan pelayanan. Pertanyaanya, bagaimana pendidikan Aceh ke depan? Ini tentu sangat tergantung dari bagaimana kita menyikapi gelombang perubahan tersebut. Semoga!

* Drs. Syarbaini Oesman, M.Si., Kepala UPTD Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Aceh. Email: ben.nirbaya@gmail.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help