Penyuling Minyak Mentah Ilegal Ditangkap

Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Polres Bireuen pada Jumat (31/8) sekitar pukul 22.00 WIB

Penyuling Minyak Mentah Ilegal Ditangkap
Foto-foto Anggota Polres Bireuen sedang mengamankan barang bukti dugaan tindak pidana migas di Desa Blang Rambong, Peusangan. 

* Pemilik Jadi Tersangka
* Empat Pekerja Masih Berstatus Saksi

BIREUEN - Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Polres Bireuen pada Jumat (31/8) sekitar pukul 22.00 WIB, menangkap empat pelaku tindak pidana minyak dan gas (migas) atau usaha penyulingan minyak mentah tanpa izin di kawasan Desa Blang Rambong, Kecamatan Peusangan.

Wakapolres Bireuen, Kompol Carlie Syahputra Bustamam SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama SH kepada Serambi, Minggu (2/9), mengatakan, penangkapan ini berawal saat pihaknya mendapatkan informasi bahwa adanya dugaan tindak pidana migas yang berlokasi di Desa Blang Rambong, Kecamatan Peusangan. Kemudian pihak kepolisian mencari, dan menggali informasi tambahan, serta membentuk tim untuk mendatangi tempat tersebut. “Sesampainya di desa itu, tepatnya lokasi dapur penyulingan/pengolahan minyak mentah milik MY alias Geucik N, tim langsung mengamankan empat orang yang pada saat itu sedang melakukan aktivitas bongkar muat dan pengolahan minyak mentah,” jelasnya.

Bukan cuma itu, beber Iptu Eko, tim selanjutnya melakukan penangkapan terhadap pemilik tempat pengolahan mintah mentah ilegal itu atas nama MY alias Geucik N. “Kemudian, tim mengamankan empat orang lainnya yang diduga ikut serta atau terlibat dalam tindak pidana migas, yaitu MS (42), S (36), dan Z (58), ketiganya beralamat di Desa Blang Rambong, serta satu lagi berinisial M (33), pekerjaan sopir, warga Desa Sama Tutong, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur,” rinci Kasat Reskrim.

Iptu Eko mengungkapkan, dari lima orang yang diamankan ke Polres Bireuen tersebut, MY yang merupakan pemilik tempat penyulingan minyak mentah ilegal ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan keempat pekerjanya masih sebagai saksi untuk mengembangkan berbagai informasi menyangkut aktivitas dan keterlibatan mereka dalam kegiatan penyulingan, pengambilan, dan penjualan minyak mentah tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Eko Rendi Oktama SH merincikan, dalam kasus tindak pidana migas tersebut, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit dumptruck BL 9131 ZA, dua unit mesin pompa air, tiga drum yang berisi minyak mentah, delapan drum kosong, dan dua drum yang berisi minyak hasil olahan.

Pemilik penyulingan minyak mentah ilegal berinisial MY alias Geuchik N, paparnya, dipersalahkan melanggar Pasal 53 huruf a Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling tinggi Rp 50 miliar.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help