Tafakur

Perayaan Mubazir

Banyak perayaan yang menghabiskan dana, pikiran, dan tenaga besar tetapi sesungguhnya termasuk perbuatan

Perayaan Mubazir

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak.” (HR. Ahmad. & Al-Bukhari, & al-Baihaqi).

Banyak perayaan yang menghabiskan dana, pikiran, dan tenaga besar tetapi sesungguhnya termasuk perbuatan mubazir. Soalnya, apa yang dirayakan sesungguhnya tidak ada dan tidak memberi makna apa-apa selain hanya menyisakan rasa lelah bagi para pesertanya. Contohnya adalah perayaan hari pendidikan, yang tidak akan bermakna apa-apa bila tidak menghasilkan perubahan akhlak terutama bagi para murid, guru, dan penyelenggara pendidikan.

Perayaan akan ulang tahun pendidikan akan bermakna bila terwujud kebaikan pada akhlak para peseerta didik, pendidik, dan penyelenggara pendidikan. Di antaranya tercipta kemauan untuk beribadah, kejujuran, kepandaian, kerajinan, kemauan bekerja keras, kemauan belajar giat, dan sejenisnya. Itulah nilai-nilai pendidikan yang perlu diraih dan patut dirayakan setiap tahun.

Kalau sekedar memperoleh ilmu pengetahuan yang tinggi, tetapi berakhlak rendah, akan menimbulkan kehancuran di sebuah negeri. Banyak koruptor di negeri kita berasal dari kalangan orang pintar, tetapi berakhlak rendah. Islam ingin menciptakan manusia-manusia yang bukan hanya berilmu pengetahuan, tetapi juga mempunyai akhlak yang mulia.

Dan bahkan Rasulullah SAW menekankan akhlak sebagai hal yang penting bagi setiap insan di muka bumi ini. Untuk itu juga Rasulullah diutus.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved