Prof Nasir Azis Pimpin Forum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Aceh

Forum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Provinsi Aceh melaksanakan musyawarah wilayah (muswil

Prof Nasir Azis Pimpin Forum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Aceh

BANDA ACEH - Forum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Provinsi Aceh melaksanakan musyawarah wilayah (muswil) di Balai Sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB Unsyiah), Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (1/9). Dalam muswil itu, Dekan FEB Unsyiah, Prof Dr Nasir Azis MBA terpilih sebagai ketua umum untuk periode 2018-2022, menggantikan Prof Dr Raja Masbar MSc yang berakhir masa jabatannya.

Muswil itu diikuti oleh para ahli ekonomi Islam yang berasal dari lebih 20 perguruan tinggi, baik negeri (PTN) maupun swasta (PTS) se-Aceh. Tak hanya perwakilan akademisi, acara ini juga dihadiri oleh Teuku Munandar MSc. Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh ini didapuk untuk melakukan sharing session tentang roadmap (peta jalan) perkembangan ekonomi Islam di Aceh kepada para ahli ekonomi Islam yang hadir.

Muswil IAEI Aceh itu bertujuan untuk membentuk kepengurusan baru IAEI Aceh sekaligus penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode lama.

Dalam kata sambutannya, Ketua Umum IAEI terpilih, Prof Nasir Azis mengharapkan agar IAEI menjadi wadah para akademisi dan praktisi ahli ekonomi Islam untuk melakukan pengkajian, pengembangan, pendidikan, dan sosialisai ekonomi Islam yang merupakan elemen sangat penting dalam membantu pembangunan ekonomi di Aceh berbasis prinsip-prinsip syariah.

Ia berpesan, peran strategis IAEI harus dioptimalkan dalam mewujudkan pelaksanaan ekonomi Islam di Aceh.

Prof Nasir juga menambahkan, pengurus IAEI DPW Aceh dan pengurus Komisariat IAEI yang ada di setiap perguruan tinggi di Aceh akan dilantik oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IAEI, Prof Bambang Brodjonegoro PhD yang juga Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI pada acara Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan berkerjasama dengan DPP IAEI pada 18-20 September mendatang di Unsyiah.

Unsyiah telah dipilih sebagai tuan rumah FREKS tahun ini. Untuk itu, panitia akan menghadirkan keynote speaker, seperti Prof Dr KH Ma’ruf Amin (Ketua MUI), Prof Dr Muhammad Nuh DEA (Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia), dan Dr Wimboh Santoso MSc (Ketua Dewan Komisioner OJK Pusat).

Sementara itu, Ketua Panitia Muswil IAEI DPW Aceh, Dr M Shabri Abd Majid MEc mengungkapkan bahwa IAEI merupakan wadah bagi para pakar ekonomi Islam yang memiliki komitmen dalam mengembangkan dan mengaplikasikan ekonomi syariah di Indonesia.

Menurutnya, IAEI memiliki misi untuk memberikan kontribusi nyata kepada pemerintah dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang berkeadilan serta menyiapkan SDM Indonesia yang berkualitas di bidang ekonomi dan keuangan Islam melalui lembaga pendidikan dan kegiatan pelatihan.

Pada periode awal kepengurusan IAEI pada tahun 2012-2015 dan 2015-2018, IAEI DPW Aceh diketuai oleh Prof Dr Raja Masbar. IAEI DPW Aceh telah melakukan rangkaian kegiatan untuk membumikan ekonomi dan keuangan Islam di Aceh. “Kehadiran IAEI sangatlah penting di tengah tekad Pemerintah Aceh berbenah menjadi nanggroe yang bersyariat dalam bidang ekonomi,” kata Dr M Shabri.

IAEI DPW Aceh sukses memilih pengurus baru dengan pendekatan Islam, yaitu “Syura” atau musyawarah antara para ahli (keluarga) ekonomi Islam dengan asas kekeluargaan. Susunan pengurus baru ini disepakati oleh sembilan orang tim formatur yang dipilih oleh lebih dari 100 peserta yang hadir.

Kesembilan tim formatur itu adalah Prof Dr Raja Masbar MSc, Prof Dr Nasir Azis MBA, dan Dr M Shabri Abd Majid MEc mewakili Unsyiah; Prof Dr Nazaruddin AW dan Dr Zaki Fuad Chalil MAg mewakili UiN-Ar-Raniry; Dr Yahya Kobat M Si dari STIES Banda Aceh mewakili perguruan tinggi wilayah tengah Aceh, Hismendi MSi dari Politeknik Lhokseumawe mewakili perguruan tinggi wilayah timur, dan Lia Murlisa MA dari STAIN Teungku Direundeng Meulaboh mewakili perguruan tinggi wilayah barat Aceh, dan Teuku Munandar MSc dari BI Perwakilan Aceh mewakili praktisi ekonomi Islam. (dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help