Warga Desak PT Atakana Bersihkah Lahan HGU

Tim gabungan BKSDA Aceh, petugas CRU Serbajadi dan masyarakat Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak

Warga Desak PT Atakana Bersihkah Lahan HGU
Salah satu gubuk warga di kebun karet milik warga di robohkan oleh kawanan gajah liar di Desa Sumambek, Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Selasa (15/5). 

* Tim Kesulitan Menggiring Gajah

IDI - Tim gabungan BKSDA Aceh, petugas CRU Serbajadi dan masyarakat Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur gagal melakukan penggiringan kawanan gajah liar dari kebun masyarakat untuk diusir ke hutan.

Proses penggiringan berkali-kali gagal karena setelah diusir dari perkebunan warga, kawanan gajah ini bersembunyi di lahan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan sawit swasta milik PT Atakana yang bersebelahan dengan kebun warga. Sedangkan lokasi hutan, melewati HGU perusahaan sawit yang dibiarkan ditumbuhi semak.

“Setelah melakukan patroli di sekitaran Gampong Seumanah Jaya, tim gabungan dari BKSDA, petugas CRU dan masyarakat kesulitan menggiring gajah. Karena setelah diusir, kawanan gajah ini berpencar di areal perkebunan PT Atakana, sehingga tim kewalahan melakukan penggiringan,” ungkap Irwansyah, warga yang ikut menggiring gajah yang selama ini kerap masuk ke perkebunan warga Gampong Seumanah Jaya, Minggu (2/9).

Mewakili masyarakat, Irwansyah mendesak Pemkab Aceh Timur mengambil sikap terhadap PT Atakana untuk mendesak perusahaan itu membersihkan lahan HGU-nya, atau mencabut izin perusahaan itu.

“Setelah berkoordinasi dengan beberapa tokoh masyarakat, tim berkesimpulan bahwa satu-satunya cara untuk mengurangi konflik antara gajah dan manusia di Gampong Seumanah Jaya adalah dengan membersihkan areal HGU PT Atakana yang selama ini menjadi sarang gajah dan hama babi,” jelas Irwansyah.

Karena itu ia meminta pemerintah memfasilitasi penanganan gangguan gajah ini sesuai rekomendasi masyarakat, dan segera memanggil pihak PT Atakana. “Jika pemerintah lamban menangani konflik gajah di Gampong Seumanah Jaya, dikhawatirkan konflik gajah-manusia di daerah ini tak akan pernah selesai,” ungkap Irwansyah.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved