Kisah Ko Tang, Kios Pangkas 'Pembawa Hoki' Langganan Pejabat Mulai dari Jokowi hingga Sandiaga

Kepopuleran Ko Tang pun menarik minat beberapa politisi, mulai dari Sandiaga Uno, Abraham 'Lulung' Lunggana

Kisah Ko Tang, Kios Pangkas 'Pembawa Hoki' Langganan Pejabat Mulai dari Jokowi hingga Sandiaga
wartakota tribunnews
pangkas rambut Ko Tang langganan pejabat 

“Nama Ko Tang sendiri berarti high class. Itu juga yang dulu membedakan barbershop kami dengan tempat pangkas lain,” cerita Pi Cis.

Baca: Polisi Periksa Sembilan Saksi Penembakan Faisal

Bertempat di Gang Gloria, Glodok, jejak modernitas Ko Tang yang masih tersisa mulai dari teknik hingga peralatan serta bangku cukur.

Baca: Diduga Kekurangan Oksigen, Sopir L-300 Tewas dalam Mobil

Untuk teknik, misalnya, menurut Pi Cis, pembeda Ko Tang dengan pangkas rambut lain adalah fasilitas korek kuping. 

Teknik ini diajarkan secara turun-temurun--dan disebut paling susah.

Dalam praktiknya, ada beberapa besi yang dibalut dengan sikat dan kapas, serta satu pinset. Pi Cis pun harus teliti saat membersihkan.

"Enggak bisa sembarangan orang. Korek kuping di kami pasti bersih dan sama sekali tidak terasa (sedang dibersihkan). Bahkan, sampai sekarang ada beberapa pelanggan khusus untuk korek kuping saja," kata Pi Cis.

Bertahan dan menunggu Pasang surut perjalanan Ko Tang telah dilalui di tengah modernitas dunia pangkas rambut.

Saat ini ada tiga pemangkas, termasuk Pi Cis, yang masih bertahan. Dalam satu hari, setiap pemangkas mendapat 3-4 pelanggan.

Berbeda jauh dari masa kejayaan hingga tahun 2000-an. Tenar dan disambangi pejabat tak bisa membuat popularitas Ko Tang menarik pelanggan di kalangan anak-anak muda.

Baca: Diduga Kekurangan Oksigen, Sopir L-300 Tewas dalam Mobil

Mereka kini mengandalkan para pelanggan yang sudah berusia lanjut. 

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved