Meninggalnya Tiga Penambang Emas di Geumpang, Pidie, Kini Polisi Periksa Rekan Korban

Peristiwa itu terjadi setelah prosesi peusijuek atau tepung tawari pada aktivitas tambang emas ilegal

Meninggalnya Tiga Penambang Emas di Geumpang, Pidie, Kini Polisi Periksa Rekan Korban
SERAMBINEWS.COM/IST
Tiga jenazah penambang emas yang meninggal di lokasi penambangan emas Geumpang, Pidie, saat dibaringkan di rumah keluarga salah satu dari mereka di Geumpang, Pidie, Minggu (2/9/2019). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEW.COM, SIGLI - Setelah meninggalnya tiga penambang emas ilegal di kawasan pegunungan Gampong Pulo Loih, Kecamatan Geumpang, Pidie, Minggu (2/9/2018) sekitar pukul 15.00 WIB, kini polisi periksa rekan korban.

Tapi, polisi tidak membeberkan nama-nama rekan Murtada (33), yang meninggal bersama dua buruh tambang emas di dalam lubang galian sedalam lebih kurang 17 meter lebih.

Murtada tercatat sebagai toke atau pemodal pada usaha tambang liar itu.

Baca: Tambang Ilegal Renggut 3 Nyawa

Dalam beraktivitas, Murtada warga Blang Dalam, Kecamatan Mane, Pidie dibantu dua buruh tambang. Yakni, Efendi (27) warga Medan (Sumatera Utara) dan Saiful Amri (27) warga Aceh Timur.

Ajal menjemput ketiganya saat di dalam lubang akibat kekurangan oksigen.

Peristiwa itu terjadi setelah prosesi peusijuek atau tepung tawari pada aktivitas tambang emas ilegal.

"Kini kita periksa rekan korban yang hadir saat prosesi peusijuek. Karena mereka melihat langsung peristiwa tersebut," ungkap Kapolsek Geumpang, Iptu Agustiar kepada Serambinews.com, Selasa (4/9/2018).

Baca: Maut Merenggut Ketika Amaran Diabaikan

Ia menambahkan, pemeriksaan rekan korban untuk mengetahui kejadian tersebut, apakah adanya kaitan dengan perbuatan lainnya seperti penganiayaan.

Meski hasil visum dari dokter Puskesmas Geumpang, bahwa ketiga korban tidak ditemukan di tubuhnya bekas-bekas penganiayaan.

"Untuk sementara kami menyimpulkan bahwa ketiga korban meninggal akibat kekurangan oksigen. Tapi, proses penyelidikan tetap dilakukan polisi," pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help