PB HAM Pidie Desak Pemkab

Pos Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PB-HAM) Pidie meminta Pemkab Pidie atau Dinas Kesehatan

PB HAM Pidie Desak Pemkab
ist

* Bantu Dana Pendamping Pasien Vaksin MR

SIGLI - Pos Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PB-HAM) Pidie meminta Pemkab Pidie atau Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat membantu dana pendaping untuk perawatan lanjutan terhadap pasien Muhammad Helmi Sultansyah (8), murid kelas 2 SDN Pasi Rawa Pidie yang sebelumnya sempat diduga lumpuh pada kaki setelah disuntik imunisasi Measles Rumbella (MR) pada 1 Agustus lalu, saat korban masih dalam kondisi sakit demam.

Koordinator PB HAM Pidie, Said Safwatullah SH, Senin (3/9) mengatakan, setelah menjalani perawatan di RSUZA Banda Aceh sejak beberapa pekan lalu, kondisi Muhammad Helmi Sulthansyah kini mulai membaik. Namun saat ini ia masih dalam perawatan intensif agar ia sembuh total.

“Hanya saja, keluarga miskin ini kehabisan biaya untuk memdampingi anak mereka selama pengobatan di Banda Aceh. Untuk itu, Pemkab Pidie perlu membantu dana untuk menjamin proses rawat jalan terhadap Muhammad Helmi Sulthansyah,” kata Said.

Karena akibat keterbatasan dana, kini orang tua Muhammad Helmi Sulthansyah terpaksa menginap di rumah saudaranya di Seulimum, Aceh Besar yang berjarak 80 Km dari Banda Aceh, karena anaknya harus tetap diobati di RSUZA. Hal itu dilakukan untuk menghemat biaya jika mereka harus pulang pergi Banda Aceh-Sigli.

“Ibu kandung korban, Dewi Rani telah menyampaikan hal ini agar Dinkes bersama KIPI peduli dan membantu dana pendampingan agar Muhammad Helmi Sulthansyah dapat pulih secara sempurna,” jelasnya.

Seperti diketahui, Muhammad Helmi Sultansyah (8), murid SD Negeri 1 Pasi Rawa, Kota Sigli, terpaksa menjalani perawatan medis di ruang rawat inap anak, Rumah Sakit Umum Tgk Chik Di Tiro Sigli, Pidie, pada Senin (6/8) lalu.

Muhammad Helmi Sulthansyah dirawat di rumah sakit karena tidak bisa menggerakkan kedua kakinya setelah disuntik vaksin Measles dan Rubella (MR) di SDN 1 Pasi Rawa, Kota Sigli, Pidie. Padahal saat itu ia belum sembuh dari demam panas, dan penyuntikan vaksin ini tanpa persetujuan orang tuanya. Sehingga kasus ini dapat dikategorikan pada malapraktik oleh dokter yang bertanggung jawab atas penyuntikan vaksin tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Pidie, Dr Fajriman SpS secara terpisah kemarin mengatakan, pihaknya berjanji akan memberi pelayanan secara maksimal terhadap pasien Muhammad Helmi Sulthansyah.

“Saya telah meminta kepada Kepala Puskesmas Kota Sigli, untuk menjemput keluarga ini dari Seulimum untuk dibawa ke Sigli, guna menjalani rawatan secara intensif di Sigli,” jelasnya.

Ia menambahkan pemerintah berkomitmen untuk bertanggungjawab dalam memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada korban penyuntikan vaksin tersebut.(c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved