Polisi Ringkus Debt Collector Bodong

Dua pria yang mengaku debt collector dari sebuah perusahaan leasing di Lhokseumawe ditangkap polisi

Polisi Ringkus Debt Collector Bodong
KASAT Reskrim Polres Lhokseumawe, Iptu Riski Adrian memperlihatkan sejumlah sepeda motor yang disita dari tangan dua debt collector bodong di Mapolres setempat, Senin (3/9). 

* Delapan Sepmor Turut Diamankan

LHOKSEUMAWE - Dua pria yang mengaku debt collector dari sebuah perusahaan leasing di Lhokseumawe ditangkap polisi atas dugaan telah melakukan penipuan dan penggelapan. Bersama mereka, ikut diamankan delapan unit sepeda motor (sepmor) berbagai jenis, dan juga sebuah id card (kartu identitas) palsu sebuah perusahaan leasing.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, pada 18 Agustus 2018, seorang ibu bernama Maimunah datang ke Polres Lhokseumawe untuk melaporkan kalau sepmornya telah ambil dua laki-laki yang mengaku sebagai debt collector. Alasan Maimunah membuat laporan ke polisi karena saat dia datang ke perusahaan leasing tersebut, diketahui kalau sepmornya tidak ada di situ dan dua pria yang menarik sepmornya juga tidak bekerja di perusahaan itu.

“Berdasarkan laporan korban, maka kami langsung melakukan pengembangan, sehingga pada 21 Agustus 2018, berhasil menangkap dua pria yang mengaku debt collector tersebut. Mereka adalah Z (39) dan S (38), keduanya merupakan warga Muara Dua, Lhokseumawe. Kedua pria itu ditangkap di rumahnya masing-masing,” jelasnya.

Setelah menangkap kedua pria itu, polisi pun mulai melakukan pengembangan. Hasilnya, sampai saat ini pihak kepolisian berhasil mengamankan delapan sepmor yang sempat ditarik kedua tersangka dari tangan masyarakat.

“Modus kedua tersangka yang juga pernah bekerja di sebuah perusahaan leasing adalah dengan mendatangi konsumen yang pembayaran kredit sepmornya sudah menunggak. Lalu mereka langsung menarik sepmor tersebut,” beber Kasat Reskrim.

Selanjutnya, kedua pelaku menggadaikan sepmor yang mereka tarik dari tangan masyarakat itu ke pihak ketiga dengan harga Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta per unit. “Untuk sementara, kita masih kembangkan kasus ini, apakah ada pihak dalam dari perusahaan tersebut yang terlibat ataupun tidak. Pasalnya, data-data sepmor yang tertunggak, kenapa bisa didapatkan oleh kedua tersangka,” tukasnya.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, Iptu Riski Adrian memaparkan, dalam pengembangan kasus itu, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Polres Aceh Utara dan Bireuen, guna memastikan apakah tindakan dugaan penggelapan dan penipuan yang dilakukan kedua tersangka tersebut ada juga terjadi di wilayah hukum kedua Polres itu ataupun tidak. “Penyidik Polres Bireuen rencananya akan segera datang ke Polres Lhokseumawe terkait kasus ini,” pungkas dia.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved