Warga Hadang Satpol PP

Penertiban lapak untuk kios warga yang dilakukan anggota Satpol PP dan WH Kabupaten Nagan Raya berlangsung

Warga Hadang Satpol PP
PARA pedangang membakar ban bekas saat berusaha mempertahankan bangunan kios yang sedang dibangun agar tidak dbongkar saat penertiban yang dilakukan oleh anggota Satpol PP dan WH di lintas jalan Nasional Alue Bilie-Tapak Tuan di Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya Senin (3/9). 

* Saat Penertiban Lapak di Darul Makmur

SUKA MAKMUE - Penertiban lapak untuk kios warga yang dilakukan anggota Satpol PP dan WH Kabupaten Nagan Raya berlangsung panas di jalan nasional lintas Alue Bilie-Tapak Tuan, atau kawasan Desa Suka Raja dan Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Senin (3/9).

Puluhan warga yang telah mendirikan tiang bangunan kios menghadang para anggota Satpol PP dan WH dengan harapan tiang bangunan tersebut tidak dibongkar lagi, agar warga tetap diizinkan berjualan.

Ketegangan itu terjadi saat warga yang terus berusaha mencegah petugas Satpol PP dan berusaha menurunkan tiang kayu milik warga yang sudah dinaikkan ke dalam truk. Polisi dan anggota TNI yang melihat kondisi agak memanas langsung menghalau warga sehingga petugas Satpol PP dapat melaksanakan pembongkaran dan menaikkan kayu-kayu tersebut ke atas mobil.

Sementara hingga sore warga masih bertahan di lokasi dan sebagian tiang yang telah dibongkar kembali didirikan. Bangunan kios direncanakan didirikan di atas tanah HGU PT Socfindo tersebut mencapai ribuan unit.

Lokasinya berada di sepanjang 6 kilometer di nasional lintas Alue Bilie-Tapak Tuan, mulai dari Desa Suka Raja, Gunong Cut, Suak Palembang, Alue Geutah, Alue Waki dan Krueng Alem.

“Kami hanya ingin berjualan saja, bukan untuk memiliki tanah perusahaan, sebab kami ingin berjualan karena sempitnya ekonomi saat ini karena tidak ada lapangan kerja,” kata Faisal didamping Bustami, Rizal L dan warga lainnya di lokasi saat berusaha mempertahankan lapak tempat berjualan mereka di Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur.

Warga meminta Pemerintah Nagan Raya mendukung usaha warga yang ingin berjualan di sepanjang jalan nasional tersebut. Menurut Rizal L, dengan banyaknya warga yang berjualan tidak hanya menghidupkan perekonomian warga, akan tetapi juga sebagai bentuk berkembangnya daerah.

Sementara itu Kepala Satpol PP dan WH Nagan Raya Nila Kasma mengatakan penertiban tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban arus lalu lintas di jalan nasional. Karena pembangunan kios tersebut berada di pinggir jalan utama dan akan mengganggu arus lalu lintas. Sehingga sebelum hal itu terjadi, maka pemerintah segera menertibkannya.

“Penertiban ini merupakan perintah bapak bupati yang sebelumnya sudah dimusyawarahkan dengan unsur Muspida plus Nagan Raya menyangkut penertiban itu. Sehingga anggota Satpol PP dan WH yang dibantu oleh aparat kepolisian dan TNI serta LLAJ melaksanakan penertiban tersebut,” sebutnya.

Camat Darul Makmur Rahmattullah menyebutkan sehari sebelum dilakukan penertiban telah diberitahukan langsung kepada warga agar tidak melanjutkan pendirian kios dan harus membongkarnya. Namun hal itu tidak digubris oleh warga.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help