Indonesia Kena Dampak Paling Parah di Asean, Tantangan Besar Negara yang Miliki Utang Tertinggi

Pertanyaan besarnya apakah negara-negara ini dapat membayar kembali utang-utang itu sementara para investor mengambil uang mereka?

Indonesia Kena Dampak Paling Parah di Asean, Tantangan Besar Negara yang Miliki Utang Tertinggi
KOMPAS/JITET
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Jaga maya di Indonesia sedang riuh membicarakan terpuruknya nilai tukar rupiah hingga menyentuh di atas Rp 15.000.

Sejak Turki mengalami krisis ekonomi pada akhir Agustus 2018, nilai mata uang negara-negara berkembang di seluruh dunia juga mengalami penurunan dan hengkangnya investor asing.

Tren melemahnya mata uang ini terjadi dari Afrika Selatan hingga Indonesia.

Bahkan Argentina, yang mulai stabil setelah krisis pada awal tahun, perekonomiannya kini berada pada mode darurat dengan meningkatnya suku bunga menjadi 60%.

Mata uang peso juga anjlok 45% pada 2018 dan anjlok lagi 24% pada bulan September.

Baca: Rupiah Terpuruk di Level Rp 15.000 Per Dollar AS, Ini Komentar Jokowi

Melihat kondisi ini, pertanyaan yang muncul di benak kita yakni: mengapa semua negara ini yang berbeda benua bisa dihadapkan pada situasi ekonomi yang sama?

Jawaban singkatnya adalah karena ketidakpastian ekonomi global yang terpengaruh oleh manajemen ekonomi Amerika Serikat.

Seperti dilansir TribunWow.com  dari weforum.org, Rabu (5/9/2018), alasan pertama yakni ekonomi Amerika Serikat berkembang sangat pesat saat ini.

Pasar saham AS telah mencapai rekor tertinggi, dan ekonomi telah tumbuh lebih dari 4% karena diperkuat oleh kebijakan pemotongan pajak yang disahkan oleh Kongres tahun lalu, serta Presiden Donald Trump yang memangkas kebijakan-kebijakan lainnya.

Baca: BBM Tidak Naik Meski Rupiah Anjlok, Rachland Nashidik: Jelang Pilpres 2019, Jokowi Tak Berani

Kenaikan ekonomi tersebut merupakan tingkat kenaikan yang sangat kuat untuk negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Halaman
1234
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved