Pengadaan Mobil Disorot

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah merencanakan membeli mobil dinas baru untuk bupati dan wakil bupati

Pengadaan Mobil Disorot
SHABELA ABUBAKAR, Bupati Aceh Tengah

* Bupati Dapat Land Cruiser dan Wabup Harrier

TAKENGON - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah merencanakan membeli mobil dinas baru untuk bupati dan wakil bupati pada tahun ini. Direncanakan, untuk bupati, mobil penjelajah Toyota Land Cruiser Prado yang berharga Rp 1 miliar lebih dan wakil bupati juga tak kalah mentereng, mobil MPV premium, Toyota Harrier yang juga berharga di atas Rp 1 miliar.

Atas rencana tersebut, LSM Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) memberi sorotan tajam, karena dinilai belum tepat. Apalagi, pengadaan kendaraan dinas tersebut akan membebani anggaran daerah hingga mencapai angka Rp 2,5 miliar.

“Kami meminta Pemkab Aceh Tengah menunda keinginan membeli mobil dinas baru untuk bupati dan wakil bupati yang anggarannya kembali diusulkan pada APBK Perubahan 2018,” kata Maharadi, Koordinator Jang-Ko melalui siaran persnya yang diterima Serambi, Selasa (4/9).

Menurut dia, pengadaan mobil dinas baru tersebut belum tepat dilakukan untuk tahun ini. Dia beralasan, usulan anggaran perubahan seharusnya digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan pembangunan riil serta memberikan dampak atas peningkatan ekonomi masyarakat.

“Penggunaan anggaran perubahan tahun ini, ternyata lebih banyak untuk kegiatan rutin, seperti perjalanan dinas, belanja barang habis pakai, serta kegiatan yang sudah dilaksanakan,” jelasnya. Dia menyayangkan, bila pengusulan dalam anggaran perubahan, justru lebih banyak untuk kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan pembangunan.

“Situasi saat ini, masyarakat mengalami paceklik karena kopi belum panen, jadi, tidak elok kalau bupati mengusulkan pembelian mobil dinas baru,” lanjutnya. Dia menambahkan, Pemkab Aceh Tengah hanya bergantung pada APBK karena tidak mendapat dana Otonomi Khusus (Otsus) pada tahun 2018 ini.

Dikatakan, dengan anggaran yang terbatas, semestinya Pemkab Aceh Tengah memprioritaskan yang lebih penting. “Apalagi, pemerintahan Shabela-Firdaus di tahun pertama ini, belum jelas arah program dalam membangun daerah,” sebut Maharadi.

Dia menambahkan, melihat situasi terkini, program Shabela-Firdaus (Shafda) masih bertolak belakang dengan semangat pemerintah yang baik dan bersih. “Seharusnya, pemerintahan Shafda dapat memenuhi janji-janji kampanyenya serta mendorong pemerintah yang bersih dan bebas korupsi,” pungkas Koordinator LSM Jang-Ko ini.

Kabag Umum Setdakab Aceh Tengah, Izzu, ketika dimintai tanggapannya soal pembelian mobil dinas untuk bupati-wakil bupati, menyebutkan, kendaraan dinas yang digunakan oleh bupati dan wakil bupati saat ini, sudah berusia lima tahun atau dibeli pada tahun 2013 lalu.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help