Perempuan Zaman Dulu Lakukan Hal Mengerikan Demi Tampil Cantik, Krim Wajah Radioaktif Hingga Timah

Namun, siapa sangka orang zaman dulu harus menghadapi tren kecantikan yang cukup mengerikan.

Perempuan Zaman Dulu Lakukan Hal Mengerikan Demi Tampil Cantik, Krim Wajah Radioaktif Hingga Timah
intisari
Tren kecantikan zaman dulu 

Mereka memakannya sedikit, lebih dari itu mereka bisa mati. Begitu mereka mulai makan arsenik secara teratur, meskipun pernah berhenti, mereka akan menderita gejala yang menyakitkan seperti muntah dan kejang otot.

Selain itu, arsenik bisa merusak yodium yang diperlukan untuk fungsi tiroid.

Baca: Viral Video Oknum Polisi Berpangkat Aiptu Pesta Sabu di Rumah Gembong Narkoba, Ini 5 Faktanya

3. Pengikatan kaki

Tradisi pengikatan kaki kemungkinan dimulai sekitar abad ke-10. Pengikatan kaki dirancang untuk mengubah kaki wanita menjadi cantik dengan hanya memiliki panjang sekitar 8 cm.

Hal itu dilakukan dengan melipat jari-jari kaki ke bawah dan mengikatnya erat-erat. Praktik yang menyakitkan ini dimulai saat seorang anak berusia 3 sampai 4 tahun dan terus berlanjut sampai memasuki usia dewasa.

Kaki yang berjalan goyah dan kaki seperti bonek dianggap sangat menarik dan penting bagi nasib pernikahan seorang wanita dan sampai sekarang, tren kecantikan ini masih ada di Cina.

Baca: Soal Tagihan 3.226 Barang Milik Negara, Roy Suryo Akhirnya Buka Suara

4. Krim wajah radioaktif

Pada awal abad ke-20, sebelum ada yang tahu tentang risiko radiasi, produk kosmetik radioaktif sangat marak.

Pada 1930-an, seorang dokter meluncurkan kosmetik dengan bahan kimia radioaktif seperti thorium chloride dan radium bromide.

Iklan produk kosmetik itu bahkan menyebutkan bahwa kosmetik itu dapat mengencangkan kulit, menyembuhkan bisul dan jerawat, bahkan menghilangkan kemerahan dan pigmentasi, menghentikan penuaan dan membantu mencerahkan kulit.

Baca: CPNS 2018 - Jadwal Pendaftaran Beredar, BKN Beri Klarifikasi, Calon Pelamar Diminta Siapkan Diri

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved