Prabowo Sebut Utang Negara Bertambah Rp 1 Triliun Per Hari, Jusuf Kalla: Yang Penting Bisa Bayar

Wakil Presiden, Jusuf Kalla, memaklumi pemerintah sudah berutang banyak untuk membiayai pembangunan.

Prabowo Sebut Utang Negara Bertambah Rp 1 Triliun Per Hari, Jusuf Kalla: Yang Penting Bisa Bayar
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (22/5/2018).(KOMPAS.com/ MOH NADLIR) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden, Jusuf Kalla, memaklumi pemerintah sudah berutang banyak untuk membiayai pembangunan.

Namun dia menegaskan utang tersebut harus mampu dilunasi.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi kritikan bakal calon presiden Prabowo Subianto yang menyinggung utang pemerintah yang setiap hari naik Rp 1 triliun.

"Jadi bukan soal jumlah. Bisa bayar atau tidak? Jadi bukan soal Rp 1 Triliun, mampu kita bayar tidak?" ujar JK, ditemui di kantor Wakil Presiden, Selasa (4/9/2018).

Baca: Hari Ini, Jamaah Haji Aceh Kloter 1 ke Madinah, Ini Jamaah yang Dirawat di RS Arab Saudi

Dia mengibaratkan status Indonesia sebagai negara berkembang yang seperti sebuah perusahaan. Jika tidak mempunyai modal, kata dia, maka pemerintah dapat meminjam.

"Semua negara yang ingin membangun sama dengan perusahaan. Semua negara yang membangun butuh dana. Kalau tidak mempunyai modal maka harus meminjam," kata dia.

Menurut pria berlatar belakang pengusaha itu semua negara yang sedang membangun membutuhkan dana. Untuk mendapatkan dana, dia menilai, banyak cara yang dapat dilakukan.

Baca: Anggota DPRA Ini Malu, Bireuen Semakin Jumud dan Kolot

Dia mencontohkan, Amerika Serikat meminjam uang, tetapi peminjaman uang dilakukan dengan cara mencetak uang. Lalu, Jepang meminjam uang dengan cara mengambil dari dana pensiun.

"Kami karena tidak cetak duit terlalu banyak, karena tidak laku di luar negeri, maka kami minjam World Bank dari perbankan-perbankan. Itu biasa saja. Jumlahnya itu relatif tergantung kemampuan. Sama dengan perusahaan," kata dia.

Namun, dia tidak dapat menyebutkan secara rinci berapa nominal utang permintah. Meskipun utang, dia menegaskan, masih dapat dibayar.

"Saya belum hitung seperti itu, tetapi memang jumlahnya per tahun. Kami tidak hitung per hari. Kami hitung tahunan. Ada tambahan Rp 200 T, ada mungkin 300 (triliun). Selama kita bisa bayar, bukan urusan T-nya, bisa bayar tidak? kita bisa bayar," kata Jusuf Kalla.(*)

Baca: Soal Kemenpora Tagih 3.226 Barang Milik Negara, Roy Suryo Sebut Fitnah di Tahun Politik

Baca: Lahir di Dalam Mobil Saat Menuju Rumah Sakit, 3 Bayi Kembar Ini Diberi Nama Avanza

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Prabowo Sebut Utang Indonesia Nambah Rp 1 Triliun Per Hari: JK Bilang, Yang Penting Bisa Bayar

Editor: faisal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved