Satpol PP Tangkap Mucikari Mama Ros

Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menangkap seorang ‘mama’ atau mucikari

Satpol PP Tangkap Mucikari Mama Ros
google/net
Ilustrasi 

* Diduga Miliki Belasan ‘Anak Asuh’

BLANGPIDIE - Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menangkap seorang ‘mama’ atau mucikari, Senin (3/9) malam di sebuah losmen di Kecamatan Susoh.

Informasi yang diperoleh Serambi, penangkapan wanita bernama Mama Ros (44) warga Simeulue itu, dilakukan oleh sejumlah anggota Satpol PP sekira pukul 23.15 WIB. Selain menangkap Mama Ros, Satpol PP juga berhasil menangkap DB (35) yang merupakan Pekerja Seks Komersial (PSK) asal Kecamatan Setia.

Dari tas pelaku, Satpol PP menemukan uang sebesar Rp 800 ribu. Uang itu, merupakan dari salah seorang pelanggan untuk menyewa atau memesan DB. Naas menimpa DB, belum sempat melayani sang pelanggan, ia terlebih dahulu ditangkap oleh Satpol PP yang telah memantau pergerakan DB sejak sepekan terakhir.

“Mereka sudah lama beraksi di sini, tapi baru terbongkar, pasca kita menangkap salah seorang anggota Mama Ros,” ujar salah seorang penyidik Satpol PP dan WH Abdya kepada Serambi, Selasa (4/9).

Dari pengembangan itu, katanya, pihaknya berhasil mengungkap peran Mama Ros dalam memperkerjakan sejumlah PSK di Kabupaten Abdya. Setiap pelanggan memboking salah satu anggotanya, Mama Ros mendapat fee atau bayaran sebesar 25 persen dari total transaksi.

“Tarifnya bervariasi, mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 800 ribu. Kebanyakan Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu,” sebutnya. Dia tambahkan, pengakuan mama Ros pada penyidik, ia memiliki anggota mencapai belasan orang yang terpencar di berbagai kecamatan. Namun yang sering dipakai oleh pelanggan empat hingga enam orang.

“Rata-rata PSK itu orang Abdya semua,” terangnya. Para PSK itu, sambungnya, sudah beroperasi dua hingga empat tahun di Abdya. Lokasi atau tempat untuk melepaskan hawa nafsu sang hidung belang itu, tergantung dari para pelanggan.

“Mereka bisa saja melakukan di Abdya, bisa saja ke Tapaktuan atau ke Nagan Raya, tergantung permintaan,” sebutnya. Menurutnya, rata-rata anggota Mama Ros itu sudah berumur 30 tahun hingga 45 tahun. Hanya, beberapa orang yang masih berumur belasan.

“Kalau gadis, satu dua orang. Itu sebatas informasi yang kita peroleh dari Mama Ros. Kalau pengakuan DB, masih banyak orang yang terlibat di Abdya, namun beda-beda ‘mama’-nya,” paparnya.

Sementara itu, DB saat wawancarai Serambi di ruang pemeriksaan Satpol PP Abdya mengaku, dirinya melakukan itu karena terpaksa, pasca ditinggal suaminya. “Terpaksa, dulu saya kerja di warung, sekarang tidak ada lagi, jadi ya seperti ini,” katanya.

Meski begitu, DB mengaku baru kenal dan bergabung dengan Mama Ros, tiga bulan yang lalu. Namun, ia telah melayani para pria hidung belang sejak tiga tahun lalu.

“Dulu saya di Medan. Saya kenal sama Mama Ros, tiga atau dua bulan lalu, dikenalkan oleh salah seorang teman,” sebut DB. Pasca ditangkap, DB mengaku menyesal dan akan bertobat, terlebih saat ini dia sedang hamil enam bulan.

“Akan saya tobat dan mau shalat tobat saya, gak mau lagi saya kerja begini berdosa,” katanya dengan nada datar. Saat disinggung siapa saja para langganan pernah mengajak berhubung, DB pun tersenyum dan mengaku ada dari oknum aparat bahkan ada aparat desa. “Tapi saya tak ganti-ganti, liat-liat orangnya juga,” ungkapnya.

Kasat Pol PP dan WH Abdya, Riad SE saat dikonfirmasi Serambi membenarkan adanya penangkapan itu. Ia berjanji akan mengungkapkan sejumlah pihak yang terlibat. “Iya, kami sedang menangkap yang lain, kabarnya ramai anggotanya. Mohon bersabar dulu,” ujar Kasat Pol PP dan WH Abdya, Riad SE.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved