Trans-K Miliki 6 Halte Baru

Angkutan massal Trans Koetaradja (Trans-K) mendapat tambahan enam halte baru

Trans-K Miliki 6 Halte Baru
KADISHUB Aceh, Junaidi membaca isi prasasti Halte Trans Koetaradja yang diserahkan Bank Aceh, BRI dan BNI sebelum ditandatangani pada Selasa (4/9). 

* Sumbangan Tiga Bank Pemerintah

BANDA ACEH - Angkutan massal Trans Koetaradja (Trans-K) mendapat tambahan enam halte baru. Tambahan enam tempat pemberhentian itu merupakan sumbangan Bank Aceh Syariah, BNI dan BRI. Selasa (4/9), ketiga bank pemerintah itu menyerahkan keenam halte ke Dinas Perhubungan Aceh.

Enam halte baru yang kemarin diserahkan tersebut, lima terletak di sepanjang jalan Daud Beureueh-T Nyak Arief, mulai dari Simpang Lima hingga jembatan Lamnyong, serta satu halte lagi di Jalan Prof Majid Ibrahim, tepatnya depan SMA Negeri I Banda Aceh.

“Pembangunan enam halte baru Trans Koetaradja yang diserahkan tiga bank pemerintah itu bersumber dari dana CSR (Corporate Social Responsibility) mereka (bank),” kata Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Ir Junaidi, seusai penandatanganan prasasti dan serah terima bangunan halte yang dilakukan di jalan T Nyak Arief, Kota Banda Aceh.

Didampingi Kabid Perhubungan Darat Dishub Aceh, Ir Nizarli, Junaidi menyebutkan, tambahan enam halte baru itu akan menunjang operasional 25 unit Bus BRT bantuan Kementerian Perhubungan kepada Pemerintah Aceh. Dengan tambahan halte dan bus Trans-K akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan angkutan massal tersebut.

Pada kesempatan itu Kadis Perhubungan Aceh, Junaidi, mengucapkan terima kasih kepada dalam Bank Aceh Syariah, BNI dan BRI yang telah membangun enam halte baru untuk mendukung operasional Trans-K. “Tambahan enam halte baru ini akan memudahkan warga menjangkau tempat-tempat yang akan dituju. Seperti mau ke Pelabuhan Ulee Lheue atau Bandara Sultan Iskandar Muda sudah bisa menggunakan Trans-K,” ujarnya.

Sementara Kabid Darat Dishub Aceh, Nizarli, menambahkan, pada tahun 2017 Dishub Aceh sudah membangun 43 halte untuk tiga koridor, yaitu lintasan Masjid Raya Baiturrahman (Kota)- Mata Ie, Kota-Ulee Kareng dan Kota-Ulee Kareng-Blangbintang. “Namun untuk tahun 2018 ini Dishub Aceh tidak memprogramkan pembangunan halte baru, tapi fokus pada pelaksanaan kegiatan operasional Trans-K untuk lima lintasan yang telah dibuka,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Ir Junaidi, menjelaskan, penambahan enam halte baru itu membuat kepuasan masyarakat untuk menggunakan Trans Koetaradja semakin naik. “Adanya enam halte baru memberikan dampak positif bagi pertambahan jumlah penumpang Trans-K. 30 bus Trans-K yang dioperasikan melayani lima lintasan yang sudah ada, mampu melayani 2.700 penumpang setiap harinya,” ujarnya.

Layanan Trans-K, tambah Junaidi, tidak saja dirasakan oleh warga Banda Aceh, tapi juga memberi kemudahan bagi penduduk Aceh Besar untuk bepergian ke pusat perbelanjaan, kantor atau ke sekolah. “Trans-K sudah membantu masyarakat mengurangi kemacetan,” pungkas Junaidi.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved