Opini

Apa Kabar Wakaf Aceh?

PEMBERITAAN di Serambi Indonesia dan berbagai media lain mengenai jamaah haji asal Aceh yang kembali menerima

Apa Kabar Wakaf Aceh?
JCH asal Aceh menunggu pembagian dana wakaf Baitul Asyi di Al Kiswah Tower Hotel, Mekkah, Arab Saudi. 

Kedua, BMA dan pemangku kepentingan wakaf lainnya perlu mengarusutamakan isu-isu wakaf di Aceh melalui berbagai cara. BMA dapat bekerja sama dengan kampus-kampus di Aceh untuk menggalakkan kajian-kajian mengenai wakaf. Kajian-kajian ini, kalau bisa, dapat disiarkan secara langsung oleh stasiun radio ataupun memanfaatkan media sosial, seperti Facebook dengan fasilitas FB Live, sehingga dapat menjangkau lebih banyak audiens. BMA juga dapat memanfaatkan Youtube untuk berbagi video-video edukasi mengenai wakaf. Konten video ini bisa saja diproduksi oleh BMA atau diambil dari pihak lain.

Ketiga, perlu dilakukan penguatan kapasitas semua pemangku kepentingan wakaf di Aceh, terutama sekali BMA, Kemenag Aceh, BWI Aceh dan nazir wakaf. Ini dapat dilakukan dengan berbagai pelatihan yang bersifat teknis atau non-teknis.

Keempat, memastikan tersedianya pembiayaan wakaf untuk mengembangkan aset wakaf di Aceh. BMA bisa saja mengambil inisiatif untuk menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga keuangan syariah baik di dalam atau di luar negara. BMA juga bisa memaksimalkan aplikasi teknologi finansial (fintech) untuk menggalang dana untuk membangun dan mengembangkan aset wakaf di Aceh.

Dan, kelima yang cukup signifikan adalah perlunya political will dari eksekutif dan legislatif di Aceh. Dukungan ini bisa saja dari segi regulasi dengan melahirkan Qanun Wakaf Aceh ataupun dengan menyalurkan dana untuk mengembangkan aset-aset wakaf yang strategis di Aceh.

Hasil usaha wakaf
Kalau saja untuk pengembangan aset wakaf Aceh mau diberikan dana sebesar Rp 72 miliar, misalnya, seperti yang dikeluarkan untuk kegiatan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII yang baru saja berakhir, maka tidak mustahil ke depan cerita JCH Aceh menerima dana hasil usaha wakaf Baitul Asyi, tidak lagi menjadi isu musiman tatkala musim haji.

Hal tersebut dimungkinkan karena di Aceh sendiri sudah ada dana hasil usaha wakaf, sepanjang tahun, yang dilakukan oleh nazir-nazir wakaf di Aceh, yang tentunya di bawah koordinasi BMA. Semoga!

* Fahmi M. Nasir, pendiri Pusat Studi dan Konsultasi Wakaf Jeumpa D’Meusara (JDM), mahasiswa S3 Konsentrasi Tata Kelola dan Hukum Wakaf pada Fakultas Hukum International Islamic University Malaysia (IIUM). Email: fahmi78@gmail.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help