Debt Collector Bodong Dijerat Dua Pasal

Dua pria yang diduga sebagai debt collector bodong alias palsu yang kini sudah ditahan di Mapolres Lhokseumawe

Debt Collector Bodong Dijerat Dua Pasal
KASAT Reskrim Polres Lhokseumawe, Iptu Riski Adrian memperlihatkan sejumlah sepeda motor yang disita dari tangan dua debt collector bodong di Mapolres setempat, Senin (3/9). 

* Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara

LHOKSEUMAWE - Dua pria yang diduga sebagai debt collector bodong alias palsu yang kini sudah ditahan di Mapolres Lhokseumawe, terancam hukuman masing-masing empat tahun penjara. Pasalnya, penyidik telah menjerat kedua tersangka dengan dua pasal yakni, pasal penipuan dan penggelapan.

“Kedua tersangka kita jerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHPidana,” ujar Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian kepada Serambi, kemarin.

Menurut Kasat Reskrim, untuk kelengkapan berkas kedua tersangka, pihaknya sudah menuntaskan pemeriksaan enam orang saksi, salah satu di antaranya adalah pihak leasing untuk memastikan bahwa kedua tersangka memang tidak bekerja di perusahaan tersebut. “Kecuali itu, sejumlah pihak yang mengetahui kasus ini, juga telah selesai dimintai keterangan,” jelas Iptu Riski.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua pria yang mengaku sebagai debt collector dari sebuah perusahaan leasing di Lhokseumawe ditangkap aparat kepolisian atas dugaan telah melakukan penipuan dan penggelapan. Bersama kedua tersangka, juga turut ikut diamankan delapan sepeda motor (sepmor) berbagai jenis dan sebuah id card (kartu identitas) palsu sebuah perusahaan leasing. Mereka adalah Z (39) dan S (38), keduanya merupakan warga Muara Dua, Lhokseumawe.

Modus operandinya yaitu, kedua tersangka yang ternyata juga pernah bekerja di sebuah perusahaan leasing itu, mendatangi konsumen yang pembayaran kredit sepmornya sudah menunggak. Lalu mereka langsung menarik sepmor korbannya itu. Selanjutnya, para pelaku langsung menggadaikan sepmor tersebut ke pihak ketiga dengan harga antara Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta per unit.

Sementara itu, untuk kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan dua debt collector bodong tersebut, polisi hingga kini baru menerima dua laporan dari masyarakat. Padahal, jumlah sepeda motor (sepmor) yang diduga hasil penggelapan tersangka Z (39) dan S (38), keduanya warga Muara Dua, Lhokseumawe, mencapai delapan unit.

“Dari delapan sepmor yang telah kita amankan, baru dua korban yang membuat laporan resmi ke Polres Lhokseumawe. Jadi, kita imbau bagi masyarakat yang merasa sepmornya telah diambil paksa oleh kedua tersangka, silahkan datang ke Mapolres,” demikian imbauan Iptu Riski Adrian.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help