Mantan Kadisperindagkop Aceh Utara Divonis 8 Bulan

Drs Filgun mantan kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah

Mantan Kadisperindagkop Aceh Utara Divonis 8 Bulan
KAPOLRES Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIKmemperlihatkan dua tersangka dan sabu-sabu di mapolres setempat 

* Terbukti Konsumsi Sabu-sabu

LHOKSEUMAWE - Drs Filgun mantan kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Aceh Utara dan Masrul, pegawai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lhokseumawe divonis delapan bulan penjara dalam kasus sabu-sabu. Keduanya terbukti bersalah melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Demikian antara lain isi amar putusan kasus tersebut yang dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe secara bergantian dalam sidang pamungkas kasus itu, Selasa (4/9) di PN setempat. Sidang tersebut dipimpin Teuku Syarafi MH didampingi dua hakim anggota Mukhtar MH dan Mukhtari MH, dengan panitera pengganti, Kasihani SH.

Sedangkan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Lhokseumawe dihadiri Agus SH dan pengacara terdakwa Anita Karlina SH. Sidang itu juga dihadiri istri dan anak Filgun. Putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa yang pada sidang sebelumnya meminta hakim menghukum terdakwa masing-masing setahun penjara.

Seusai mendengar materi amar putusan tersebut, kedua terdakwa menangis di ruang persidangan tersebut. Bahkan keduanya juga menganguk saja, ketika hakim menanyakan apakah menerima putusan tersebut atau banding. Sedangkan JPU menyebutkan masih pikir-pikir. Artinya, putusan tersebut belum inkracht atau berkekuatan hukum tetap, meskipun kedua terdakwa menerimanya.

Dalam materi amar putusan tersebut terungkap kedua terdakwa sudah ketergantungan mengonsumsi sabu-sabu sekitar enam bulan yang lalu. Hakim juga menyebutkan hal-hal yang memberatkan terdakwa. Bahwa perbuatannya itu tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan peredaran narkotika dan penggunaan narkotika.

Sedangkan hal yang meringankan terdakwa, kata hakim, belum pernah dihukum, mengakui, dan menyesali perbuatannya. Bahkan keduanya berjanji tidak akan mengulangi lagi kejahatannya. Kedua terdakwa, menurut hakim, terbukti bersalah melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Menjatuhkan pidana kepada terdakwa I dan II, dengan pidana penjara selama delapan bulan,” ujar Teuku Syarafi.

Hukum tersebut dikurangi dengan masa penahanan saat penangkapan dan saat menjalani proses sidang. Sebelum menutup sidang, ketua majelis hakim juga menasihati kedua terdakwa supaya tidak lagi mengulangi perbuatanya. “Keduanya memang mengaku sangat menyesal dan berjanji tak akan mengulangi lagi perbuatannya. Saya kemarin juga menyampaikan jika perbuatan tersebut diulangi lagi maka hukumannya bisa dua kali lipat dari itu,” ujar Syarafi.

Diberitakan sebelumnya, aparat Polres Lhokseumawe berhasil menangkap seorang pejabat eselon II Aceh Utara yang terlibat dalam kasus sabu-sabu di sebuah rumah Dusun III Desa Uteun Bayi Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe pada 16 April 2018. Pejabat tersebut adalah Filgun Kepala Disperindagkop dan UKM Aceh Utara. Saat ditangkap Filgun sedang nyabu (isap sabu) bersama seorang pria lainnya, Masrul petugas Satpol PP Lhokseumawe. (jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help