24 Hektare Lahan Jadi Lokasi Pembangunan PLTMH Lawe Sikap, Ini Permintaan Walhi Aceh

Seluas 24 hektare lahan masyarakat sudah dibebaskan. Dari luas lahan itu, sekitar 10 hektare akan dipakai untuk proyek pembangunan PLTMH.

24 Hektare Lahan Jadi Lokasi Pembangunan PLTMH Lawe Sikap, Ini Permintaan Walhi Aceh
IST
Lokasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Lawe Sikap, Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara. 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Lahan seluas 24 hektare (Ha) dijadikan lokasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Lawe Sikap, Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara.

Mulusnya rencana proyek PLTMH berkapasitas 2x3,5 Megawatt (MW) ini menjadi pertanyaan serius dan timbul berbagai asumsi dari kalangan LSM pemerhati lingkungan yakni Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh.

Proyek pembangunan PLTMH Lawe Sikap itu juga membuat Ketua Komisi C DPRK Agara, Hasanusi dari Partai Golkar dan T Dedi Faisal ST Sekretaris Ketua Komisi C DPRK Agara melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Terkait hal itu, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, M Nur meminta agar pembangunan PLTMH Lawe Sikap Agara harus memperhatikan izin lingkungan.

Pembangunan PLTMH di Lawe Sikap, Kecamatan Darul Hasanah, Agara diwajibkan memikili dokumen lingkungan hidup dalam skala UKL-UPL.

M Nur mengatakan, PLTMH adalah instalasi pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas pembangkitan rendah/lebih kecil dari 10 MW.

Sebagian besar PLTMH menggunakan sistem/jenis run of the river (ROR), yaitu memanfaatkan aliran sungai secara alamiah dengan mengubah lajur aliran air menuju turbin melalui pipa.

Melalui pipa pesat air diterjunkan untuk memutar turbin yang berada di dalam rumah pembangkit.

Pada prinsipnya PLTMH memanfaatkan beda ketinggian dan jumlah debit air perdetik yang ada pada aliran air irigasi, sungai atau air terjun. Aliran air ini akan memutar poros turbin sehingga menghasilkan energi.

Halaman
123
Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help