Bukan Hanya karena Dolar, Bulan Pernikahan di India juga Jadi Pemicu Naiknya Harga Emas

Negara India yang sudah memasuki bulan pernikahan juga turut memengaruhi naiknya harga emas, karena kebutuhan emas dunia menjadi meningkat.

Bukan Hanya karena Dolar, Bulan Pernikahan di India juga Jadi Pemicu Naiknya Harga Emas
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Pedagang merapikan susunan perhiasan emas di satu toko emas di kawasan Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh, Rabu (13/9/2017). 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Harga logam mulia jenis emas terus mengalami peningkatan dari hari ke hari.

Pantauan Serambinews.com pada beberapa toko emas di Banda Aceh, Jumat (7/9/2018), dalam sehari harga emas mengalami kenaikan sebesar Rp 2.000/gram.

Hal ini terjadi karena mata uang rupiah semakin melemah terhadap mata uang dolar amerika.

Selain itu, negara India yang sudah memasuki bulan pernikahan juga turut memengaruhi naiknya harga emas, karena kebutuhan emas dunia menjadi meningkat.

"Kenaikan harga ini terjadi setelah lebaran haji kemarin. Emas lokal batangan hari ini Rp 576 ribu per gram, sementara emas perhiasan Rp 1 juta 900 ribu per mayam lain ongkos pembuatan," sebut pedagang emas di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh, Murizal kepada Serambinews.com, Jumat (7/9/2018).

(Harga Emas di Pidie Naik Hingga Rp 100 Ribu Per Mayam, Dampak Menguatnya Dolar Amerika)

(Guntur Romli Tanggapi Aksi Sandiaga Uno Tukar Dolar Miliknya ke Rupiah: Itu Omong Kosong)

Menurutnya, harga "si kuning" saat ini sangat tidak stabil.

Dalam satu hari harganya dapat berubah-ubah yang dipengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika.

"Kadang pagi lain harga, siang nanti sudah lain lagi harganya. Harga emas dunia juga mulai naik, sebab negara India memasuki bulan pernikahan jadi kebutuhan emas makin meningkat," jelasnya.

(Jubir PSI Tanggapi Fadli Zon yang Kritik Jokowi soal Rupiah: Kamu Sibuk Nyinyir, Dia Sibuk Kerja)

(Rupiah Makin Melemah, Para Ekonom Sebut Pemerintah Salah jika Anggap Kondisi Ini Aman)

Menurut dia, harga emas naik sebesar Rp 50 ribu dalam per mayamnya.

Sementara untuk transaksi yang terjadi, berimbang antara yang membeli dan menjual dengan perbandingan 50:50.

"Menurut kebutuhan masing-masing ada yang beli untuk investasi, dan ada yang jual untuk kebutuhan sehari-hari," kata Murizal.(*)

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help