Feri Gagal Berlayar ke Meulaboh

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Teluk Sinabang yang dijadwalkan berlayar Kamis (6/9) sore dari Sinabang

Feri Gagal Berlayar ke Meulaboh
Serambi/Rizwan
KMP Teluk Sinabang 

* Diduga karena Solar Kosong

MEULABOH - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Teluk Sinabang yang dijadwalkan berlayar Kamis (6/9) sore dari Sinabang ke Meulaboh, Aceh Barat, gagal berangkat. Penyebab kegagalan itu diduga karena di SPBU tidak tersedianya solar sebagai bahan bakarnya. Dalam tiga hari terakhir, bukan saja solar, tapi bensin (premium) juga langka di Aceh Barat.

Kapal feri milik PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) yang dilaporkan gagal berangkat ini hingga kemarin berada di Sinabang, ibu kota Simeulue. Namun sesuai jadwal, pada Jumat (7/9) pagi ini feri tersebut diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh di Samatiga, Aceh Barat.

Kepala ASDP Perwakilan Meulaboh, Desrizal yang ditanyai Serambi kemarin mengakui bahwa KMP Teluk Sinabang tidak berlayar ke Meulaboh dari Sinabang. Dari isu yang berkembang, penyebabnya adalah karena kelangkaan solar di Simeulue. “Tapi untuk lebih rinci coba konfirmasi ke pimpinan saya di ASDP Singkil,” kata Desrizal yang belum bersedia memberikan keterangan lebih banyak.

Sementara itu Syahrul, pejabat ASDP Singkil saat dihubungi ke teleponnya kemarin tak merespons.

Hingga sore kemarin belum diketahui secara pasti kenapa solar bisa tidak tersedia di SPBU Sinabang sehingga pelayaran feri ke Meulaboh jadi terganggu.

Selama ini KMP Teluk Sinabang berlayar ke Meulaboh dari Sinabang sepekan dua kali. Setiap hari Jumat dan Minggu feri berada di Meulaboh untuk membawa kembali penumpang dan kendaraan dari daratan Aceh ke Pulau Simeulue.

Tak hanya di Simeulue, pasokan solar subsidi di Meulaboh, Aceh Barat, pun tersendat, seperti terjadi sejak Kamis (6/9) lalu. Akibatnya, terjadi antrean panjang kendaraan di semua di Meulaboh. Namun, solar subsidi pemerintah itu langsung habis terjual.

Beberapa pemilik kendaraan di Meulaboh menyatakan. bukan saja solar subsidi, tapi bensin pun kini sedang habis di Meulaboh. Pasalnya, dari empat SPBU yang ada di Meulaboh hanya satu lagi yang menjual premium atau BBM subsidi pemerintah, yakni SPBU Kuta Padang, sedangkan tiga lagi (SPBU Pasi Pinang, SPBU Manekroo, dan SPBU Suak Raya) tidak menjual lagi bensin/premium. Mereka hanya menjual pertalite dan pertamax yang merupakan BBM nonsubsidi.

Amatan Serambi, Kamis kemarin, solar subsidi baru dipasok ke SPBU sekira pukul 10.00 WIB. Sempat terjadi antrean pada sejumlah SPBU.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help