Organisasi Pemuda Kritik Penggunaan Rp 9,8 Miliar Uang Rakyat Aceh untuk Kongres KNPI 2018

Delky menyarankan, demi kebaikan pemuda Aceh, sebaiknya KNPI Aceh melobi pemerintah pusat untuk bantuan anggaran kongres nasional tersebut.

Organisasi Pemuda Kritik Penggunaan Rp 9,8 Miliar Uang Rakyat Aceh untuk Kongres KNPI 2018
IST
Delky Nofrizal Qutni, Sekjen Mahasiswa Pemuda Selatan Raya Aceh. 

Laporan Jalimin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pelaksanaan Kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) XV yang menggunakan dana APBA hingga Rp 9,8 miliar dikritik.

Sekjen Mahasiswa Pemuda Selatan Raya Aceh, Delky Nofrizal Qutni, Jumat (7/9/2018) mengatakan, penggunaan dana sebesar itu untuk kongres sangatlah tidak patut.

Sebab, untuk perhelatan nasional, seharusnya dana bersumber dari APBN bukan seluruhnya dari daerah atau APBA.

"Anggaran 9,8 miliar rupiah dari APBA itu semestinya dapat dipergunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat untuk kemaslahatan rakyat khususnya kalangan muda di Aceh," kata Delky.

Oktober 2018, Kongres KNPI Dilaksanakan di Aceh

Delky menilai, upaya menyedot anggaran sebesar Rp 9,8 M dari APBA ini sebagai bentuk kerakusan yang dipertontonkan oleh sebuah organisasi kepemudaan.

Menurutnya, jika anggaran sebesar itu dipergunakan untuk pemberdayaan wirausaha muda pemula (WMP) maka tidak kurang dari 392 WMP dapat diberdayakan.

Atau pun jika anggaran sebesar itu dipergunakan untuk mengembangkan sentra kewirausahaan pemuda (SKP), maka tidak kurang dari 65 SKP dapat dikembangkan di Aceh.

"Bayangkan saja berapa besar manfaat yang dirasakan pemuda jika alokasinya dipergunakan untuk hal yang lebih bermanfaat, untuk masyarakat khususnya kalangan muda," paparnya.

Terungkap Prostitusi Online di Hotel, KNPI: Apa Ngak Ada Pemeriksaan KTP dan Buku Nikah?

Delky juga mengatakan bahwa KNPI bukanlah satu-satunya organisasi kepemudaan yang ada di bumi Serambi Mekkah ini.

"Masih banyak organisasi-organisasi kepemudaan yang selama ini aktif dan tak pernah disentuh pemerintah, karena organisasi kepemudaan di Aceh itu bukan hanya KNPI. Jadi, jangan pula kesannya KNPI memonopoli anggaran di sektor kepemudaan," katanya.

Delky juga menyinggung terkait alokasi tahunan KNPI Aceh yang nilainya juga miliaran rupiah, hingga alokasi perjalanan dinas KNPI yang hampir setara instansi pemerintah.

"Jika alokasi anggaran rakyat yang disedot KNPI bertahun-tahun, tidak sebanding dengan manfaat KNPI bagi masyarakat khususnya kalangan pemuda, maka jangan disalahkan jika banyak masyarakat nantinya yang meminta KNPI ditiadakan di Aceh," tandasnya.

Pemuda 19 Tahun Nikahi Wanita 43 Tahun, Niat Demi Menjaga Hafalan Al-Quran

Delky juga menyarankan, demi kebaikan pemuda Aceh, sebaiknya KNPI Aceh melakukan lobi ke pemerintah pusat untuk bantuan anggaran kongres nasional tersebut.

"Seharusnya dapat ditarik uang APBN untuk pergelaran nasional yang diadakan di Aceh, minimal 60 persen dari APBN, dan 40 persen dari APBA. Bukan semuanya dari APBA hingga 9,8 miliar rupiah. Sisanya kan bisa digunakan untuk pemberdayaan organisasi kepemudaan lainnya atau sentra kewirausahaan pemudaan lainnya," demikian Delky.(*)

Penulis: Jalimin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help