Pekerja Menginap di Gedung Dewan

Sekitar 69 pekerja di perusahaan perkebunan PT Semadam, Kamis (6/9), menduduki Gedung DPRK Aceh Tamiang

Pekerja Menginap di Gedung Dewan
SEBANYAK 69 pekerja perusahaan perkebunan PT Semadam menduduki gedung DPRK Aceh Tamiang, mereka menuntut janji Bupati Aceh Tamiang agar mereka dapat bekerja kembali di perusahaan tersebut, Kamis (6/9/). 

* Minta Dipekerjakan Kembali

KUALASIMPANG - Sekitar 69 pekerja di perusahaan perkebunan PT Semadam, Kamis (6/9), menduduki Gedung DPRK Aceh Tamiang dan tidur di parkiran gedung tersebut untuk meminta kepastian dari pemerintah yang berjanji akan menyahuti tuntutan mereka agar dipekerjakan kembali oleh managemen PT Seumadam.

Mereka mendatangi gedung dewan ini sejak Rabu (5/9) pagi, dan 69 orang kemudian menginap di gedung rakyat tersebut. Aksi ini dilakukan setelah perusahaan perkebunan itu memecat 69 pekerjanya karena dinilai bolos kerja selama sembilan hari sejak 16 hingga 28 Agustus 2018.

Padahal menurut pekerja yang tergabung dalam Forum Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPPP-SPSI) PT Semadam ini, saat itu mereka melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut agar rekan mereka kembali diterima bekerja di perusahaan itu.

Namun, aksi solidaritas mereka malah membuat 69 pekerja ini dipecat perusahaan, dengan alasan telah mengundurkan diri. Walaupun sebenarnya mereka tidak pernah membuat surat pengunduran diri.

Pantauan Serambi pada Kamis (6/9), para pekerja ini duduk berkumpul di areal parkir mobil pimpinan dewan, tak jauh dari tangga menuju ruang sidang paripurna. Di antara mereka, tidur di dekat tangga karena kelelahan.

Seorang pengunjuk rasa, Muhammad Azmi Damanik, mengatakan, ia datang dan menginap di gedung wakil rakyat ini untuk kedua kalinya, berharap anggota dewan memperhatikan nasib mereka. “Kami tidak tahu lagi kemana harus mengadu. Kami melakukan aksi ini tanpa dikoordinir siapapun. Awalnya hanya 20 orang. Kemudian satu per satu pekerja PT Seumadam lainnya yang bernasib sama, juga melakukan hal serupa,” ujarnya.

Pascademo 27 Agustus lalu yang menuntut rekan mereka yang juga Ketua PUK FSPPP-SPSI PT Semadam agar dipekerjakan kembali, Azmi mengatakan, esoknya pemilik perusahaan yang difasilitasi Bupati Aceh Tamiang melakukan pertemuan dengan perwakilan pekerja dan hasilnya Ketua PUK FSPPP-SPSI PT Semadam tetap tidak diterima kembali bekerja. Sedangkan pekerja lainnya diminta masuk kerja.

Sementara, pada 28 Agustus, pekerja tersebut masuk kerja di afdeling masing-masing. Tapi oleh manajemen perusahaan tidak di izinkan bekerja dengan alasan para pekerja ini sudah dianggap mengundurkan diri. Padahal mereka tidak pernah membuat surat pengundurah diri. “Kami bingung, Bupati perintahkan kami masuk kerja. Namun perusahaan tidak mengizinkan, bahkan memecat kami secara sepihak. Terkesan perusahaan ini mengabaikan kebijakan Bupati Aceh Tamiang,” ujarnya.

Karena itu, mereka bertekad tetap menduduki gedung dewan sampai adanya keputusan yang jelas. Yakni 69 pekerja yang di-PHK sepihak oleh PT Semadam ini diterima kembali bekerja.

Wakil Bupati Aceh Tamiang pun langsung menggelar pertemuan dengan pimpinan dewan, ketua dan anggota Komisi D DPRK Aceh Tamiang, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Tamiang untuk membahas persoalan tersebut.

Kepala Disnakertrans Aceh Tamiang, Yusbar, mengatakan Wakil Bupati sudah memerintahkan pihaknya untuk segera menyurati manajemen PT Seumadam agar perusahaan ini mempekerjakan kembali pekerjanya, karena ini memang janji pemilik PT Seumadam dalam pertemuannya dengan Bupati Aceh Tamiang pada akhir Agustus lalu.

Namun pihaknya juga memperoleh informasi, dari 90 pekerja yang berdemo saat itu, 69 pekerja ini belum menandatangani perjanjian antara pekerja dengan perusahaan. “Kami tidak tahu apa isi perjanjian tersebut karena tidak diberitahukan kepada kami dan tidak dibicarakan sebelumnya. Sehingga menjadi tanda tanya bagi kami, apalagi ada pekerja yang menandatangani perjanjian tersebut dan ada yang tidak mau,” ujarnya.

Kemarin, Wakil Bupati Aceh Tamiang langsung menyampaikan surat tersebut kepada perusahaan itu yang isinya meminta perusahaan mempekerjakan kembali pekerjanya, namun belum diketahui hasil/jawaban dari surat tersebut.(md)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help