Penilep Dana JKN ke Jaksa

Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe pada Kamis (6/9) sore, telah menyerahkan tersangka kasus dugaan

Penilep Dana JKN ke Jaksa
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

* Kasus di Puskesmas Blang Cut

LHOKSEUMAWE - Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe pada Kamis (6/9) sore, telah menyerahkan tersangka kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dan penggelapan atau penilep dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Blang Cut, Kecamatan Blang Mangat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe. Tersangka dalam kasus ini adalah mantan bendahara puskesmas tersebut, yakni berinisial Az.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak Puskesmas Blang Cut, Kecamatan Blang Mangat pada 3 Mei 2018, secara resmi melaporkan mantan bendahara puskesmas tersebut berinisal Az ke Polres Lhokseumawe atas tuduhan telah menggelapkan uang JKN sebesar Rp 191.133.000, yang diperuntukkan untuk membayar jasa medis selama empat bulan, terhitung Desember 2017 hingga Maret 2018. Dana tersebut dicairkan mantan bendahara melalui rekening di BNI secara bertahap, dan diduga dengan cara memalsukan tandatangan kepala puskesmas.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi telah memeriksa belasan saksi, dimulai dari petugas medis di puskesmas tersebut, kepala puskesmas selaku pelapor, terlapor, dan juga tiga karyawan BNI. Bahkan, penyidik juga menyita dokumen BNI berupa lima lembar cek penarikan uang yang dilakukan oleh terlapor, setelah mendapat persetujuan Bank Indonesia (BI) Jumlah penarikan uang melalui lima lembar cek tersebut bervariasi, yakni Rp 55.130.000, Rp 45.000.000, Rp 2.500.000, Rp 44.500.000, dan Rp 44.000.000.

Selanjutnya, cek yang disita dari BNI itu dikirim ke Labfor Polri Cabang Medan, Sumatera Utara, beserta tandatangan pembanding milik kepala puskesmas. Hal ini untuk memastikan apakah benar tekenan di cek tersebut palsu ataupun bukan.

Setelah hasil pemeriksaan Labfor Polri Cabang Medan keluar dan dipastikan kalau tekenan kepala puskesmas di lima lembar cek tersebut adalah palsu, maka Az pun langsung ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, pada Senin (9/7) lalu, Az ditangkap dan sampai saat ini masih ditahan di Mapolres Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian menjelaskan, setelah menangkap tersangka kala itu, maka pihaknya pun mulai merampungkan berkas perkara. Setelah berkas rampung, maka penyidik langsung menyerahkan ke jaksa untuk diteliti. “Beberapa waktu lalu, pihak jaksa menyatakan berkasnya sudah lengkap atau P21. Jadi, hari ini (kemarin-red), kita serahkan tersangka ke jaksa untuk proses hukum lanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Isnawati membenarkan, pihaknya telah menerima pelimpahan tersangka dugaan penggelapan dana JKN di Puskesmas Blang Cut dari kepolisian. Untuk tersangka, terangnya, saat ini ditahan di Lembaga Permasyarakatan (LP) Klas II Lhokseumawe dengan status sebagai tahanan titipan jaksa. “Kini, kita akan siapkan dakwaan untuk bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe,” demikian Isnawati.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help